Erupsi Gamalama, BNPB Bagikan 10 Ribu Masker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puncak Gunung Gamalama mengeluarkan asap solfatara terlihat di Ternate, Maluku Utara, 28 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Puncak Gunung Gamalama mengeluarkan asap solfatara terlihat di Ternate, Maluku Utara, 28 Desember 2014. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COJakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagikan sedikitnya 10 ribu lembar masker kepada masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara, yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Gamalama. Abu erupsi pada Rabu kemarin menutupi sebagian besar kelurahan di Kecamatan Ternate Utara dan Ternate Tengah. 

    “Ada hujan yang turun siang hari. Abu vulkanik larut ke dalam aliran dan tidak beterbangan tertiup angin,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho lewat keterangan pers, Rabu, 3 Agustus 2016.

    Sutopo mengatakan pembersihan Bandara Sultan Babullah dilakukan oleh BNPB setempat dengan menyemprot air ke landasan pacu. Sejumlah mobil tangki air pun dikerahkan. “Jika tak ada erupsi susulan yang lebih besar, ada kemungkinan bandara sudah bisa dibuka Kamis pagi.”

    Dari laporan pos pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, kata Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Gamalama pada Rabu, pukul 12.00-18.00 WIB, masih labil dan fluktuatif. Sempat terjadi satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo maksimum 49 milimeter selama 50 detik, dan satu kali gempa embusan beramplitudo maksimum 6 milimeter selama 10 detik. “Ada juga tremor (getaran) dengan amplitudo maksimum 0,5 hingga 2 milimeter, dominannya 1,5 milimeter,” ujarnya. 

    Dari pengamatan visual, Sutopo mengatakan asap kelabu dari Gamalama, yang memiliki ketinggian 300 hingga 800 meter, bergerak ke arah timur dan selatan. Menurut dia, status Gamalama masih waspada. Masyarakat diimbau tak mendaki lereng, apalagi mendekati kawah Gamalama dalam radius jarak 1,5 kilometer. 

    Menurut Sutopo, aktivitas gunung api aktif lain, yaitu Bromo di Jawa Timur, masih labil. Dari pengamatan visual pada Rabu, asap kawah Bromo terlihat tipis-tebal, dengan warna putih kelabu dan kecokelatan. Tinggi asapnya berkisar 50 hingga 800 meter ke arah barat laut dari puncak kawah. Tremor pun terjadi dengan amplitudo maksimum 0,5 milimeter. 

    Status Bromo saat ini waspada. “Masyarakat, termasuk wisatawan dan pendaki, tidak diperbolehkan memasuki kawasan Bromo dalam radius satu kilometer dari kawah aktif,” ujar Sutopo.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.