Ratusan Tentara Dikerahkan untuk Membasmi Wereng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman (tengah) mengangkat batang padi yang baru dipanennya di Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 25 Februari 2015. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Menteri Pertanian Andi Amran sulaiman (tengah) mengangkat batang padi yang baru dipanennya di Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, 25 Februari 2015. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Komando Distrik Militer 0816 Sidoarjo, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Sidoarjo, serta Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Sidoarjo mencanangkan gerakan pembasmian hawa wereng untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen padi.

    "Hari ini kami bersama petani dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Sidoarjo melakukan pencanangan gerakan pembasmian hama wereng," kata Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letnan Kolonel (Infanteri) Andre Julian, di Desa Kedungsoko, Keacamatan Prambon, Sidoarjo, Kamis, 28 Juli 2016.

    Menurut Andre dia mengerahkan ratusan prajurit untuk mengantisipasi agar hama wereng di wilayah Sidoarjo tidak meluas. "Setelah pencanangan ini, kami tetap akan melakukan gerakan yang sama di desa-desa yang lain untuk diteruskan ke Babinsa-Babinsa," ujarnya.

    Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Sidoarjo, Wuwuh Setiani berharap gerakan pembasmian hama wereng mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen padi petani. "Meskipun lahan persawahan di Sidoarjo semakin berkurang, namun kami berusaha semaksimal mungkin agar hasil panen padi meningkat."

    Pencanangan gerakan ini dimulai dengan aksi pembasmian hama wereng oleh ratusan anggota Kodim 0816 Sidoarjo, petugas dari Dinas Pertanian serta tim penyuluh dari Badan Ketahanan Pangan di Desa Kedungsoko dan Wonoplintaan, Kecamatan Prambon. "Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Semoga penen kali ini lebih baik," kata salah seorang petani.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.