Ryamizard: Bela Negara Implementasi Konkret Revolusi Mental  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta Bela Negara melakukan push up saat mengikuti program membela negara di pusat pelatihan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, 2 Juni 2016. REUTERS/Darren Whiteside

    Sejumlah peserta Bela Negara melakukan push up saat mengikuti program membela negara di pusat pelatihan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, 2 Juni 2016. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Palembang - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu berharap seluruh kader bela negara di Provinsi Sumatera Selatan mampu menyebarluaskan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan bela negara yang merupakan implementasi konkret dari program revolusi mental.

    Hal itu ia kemukakan di hadapan ratusan kader yang berkumpul di dining hall, wisma atlet, Palembang, Kamis, 21 Juli 2016. "Setiap warga negara merupakan soft power yang akan memberikan deterrence effect bagi negara lain," ujar Ryamizard.

    Menurut Ryamizard, perwujudan penanaman bela negara perlu dimulai sejak dini untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. Ryamizard berujar bela negara merupakan bagian dari sikap, tekad, dan perilaku tindakan bela negara yang menjadi penguatan karakter dan jati diri bangsa serta sebagai revolusi mental dalam membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi ancaman dan wujud ketahanan negara.

    Ryamizard menambahkan, peran dan profesi setiap warga negara merupakan soft power bagi negara lain yang ingin mengganggu kedaulatan negara. Hal ini tidak bisa dilakukan oleh militer saja, melainkan harus disinergikan dengan kekuatan seluruh warga negara dalam wujud bela negara. "Bentuk ancaman kompleks dan multidimensional, yaitu ancaman militer, belum nyata."

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengatakan bela negara perlu difasilitasi pemerintah. Sebab, bela negara merupakan kehormatan bagi setiap warga negara untuk melaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.

    Alex menambahkan, melalui kader bela negara diharapkan akan terbentuk masyarakat yang peduli akan nilai-nilai bela negara dan terwujudnya kemampuan kewaspadaan nasional, ketanggapdaruratan dan mewujudkan sistem pertahanan negara yang baik. "Kesadaran bela negara harus ditanamkan dengan berbagai upaya sejak dini," ujar dia.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.