Empat Orang Tewas Akibat Tabrakan 3 Bus di Lintas Sumatera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan bis. Tempo/Dasril Roszandi

    Ilustrasi kecelakaan bis. Tempo/Dasril Roszandi

    TEMPO.COMedan - Tiga bus antarkota antarprovinsi mengalami tabrakan beruntun di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, Kilometer 320-321, rute Medan-Kota Pinang, Rabu, 13 Juli 2016, sekitar pukul 04.00.

    Akibat insiden tersebut, empat orang dilaporkan tewas. "Empat meninggal dunia, sembilan luka berat, dan 13 luka ringan," ujar Kepala Kepolisian Resor Ajun Komisaris Besar Teguh Yuswardi. Menurut Teguh, kecelakaan bermula saat bus CV Makmur bernomor polisi BK-7186-DE yang dikemudikan Candra Nainggolan datang dari arah Medan menuju Kota Pinang.

    Sesampainya di Desa Perlabaian, bus Makmur bermaksud mendahului mobil tangki yang ada di depannya. "Bus Makmur oleng dan langsung menabrak bus Pembangunan Semesta yang bernomor kendaraan BK-7732-DG yang datang dari arah berlawanan," kata Teguh kepada Tempo.

    Akibat benturan dengan bus Pembangunan Semesta, bus Makmur oleng ke kanan dan menabrak bus PT ALS bernomor polisi BK-7941-DG yang dikemudikan Ridwan Matondang. Bus ALS ini berada di belakang bus Pembangunan Semesta. Korban sebagian besar dirawat di Rumah Sakit Umum Nuraini, Kota Pinang. "Semua korban, baik yang meninggal maupun luka, sudah ditangani Kepolisian," tutur Teguh.

    Adapun sopir bus Makmur telah dimintai keterangan. Sita, salah satu penumpang yang selamat, mengatakan bus Makmur tiba-tiba menabrak bus Pembangunan Semesta dengan sangat keras. "Sebelum menabrak, Makmur sempat oleng ke kiri kemudian menyeruduk Pembangunan Semesta," ucap Sita.

    Saksi mata lain yang juga penumpang bus, Reymond, mengatakan para penumpang Bus Makmur menjerit dan sebagian besar terjatuh setelah kendaraan yang mereka tumpangi menabrak bus Pembangunan Semesta. "Penumpang Makmur kami dengar berteriak sambil menangis," kata Reymond mengenang peristiwa nahas itu.

    SAHAT SIMATUPANG

    BACA JUGA
    Dulu, Fadli Zon Pasang Badan Bela Tersangka Pencabulan Bocah
    Kirim Surat ke Istana, Ahok: Reklamasi Tak Bisa Dibatalkan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.