Polisi Berlakukan Contra Flow di Lokasi Amblesan Cipali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan arus balik memasuki H+4 mengalami puncaknya dan mengakibatkan kemacetan hingga 20 kilometer di ruas jalan tol Cipali, 21 Juli 2015. Kemacetan terjadi mulai dari gerbang utama Cikopo, Purwakarta hingga kilometer 98 Kalijati, Subang. TEMPO /Nanang Sutisna

    Ledakan arus balik memasuki H+4 mengalami puncaknya dan mengakibatkan kemacetan hingga 20 kilometer di ruas jalan tol Cipali, 21 Juli 2015. Kemacetan terjadi mulai dari gerbang utama Cikopo, Purwakarta hingga kilometer 98 Kalijati, Subang. TEMPO /Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Subang - Kepolisian bekerjasama dengan pihak operator jalan tol PT. Lintas Marga Sedaya (LMS) melakukan rekayasa lalu lintas contra flow di lokasi amblesan kilometer 103+400 tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya antrian panjang dan kemacetan selama puncak arus balik Lebaran.

    "Contra flow sudah dilakukan sejak H-3, Sabtu, 9 Juli 2016," kata Perwira Unit Patroli Jalan Raya Tol Cipali, Inspektur Dua Hery Pranata, kepada Tempo, Ahad, 10 Juli 2016.

    Dengan didiberlakukannya contra flow tersebut, kata Hery, arus balik di lokasi amblesan bisa berlangsung lancar. "Sejauh ini tak ada hambatan yang berarti, arus balik lancar.”

    Perbaikan lokasi amblesan kilometer 103+400 tepatnya berlangsung di daerah Dawuan, Subang hingga kini belum selesai. Lahan yang ambles tersebut disebabkan bagian kaki timbunan badan jalan tergerus luapan sungai Cibening pada 25 Mei 2016 silam.

    Wakil Direktur Utama PT LMS, Hudaya Arriyanto, mengatakan, upaya yang dilakukan pihaknya untuk menyiasati tak berfungsinya satu dari dua lajur jalan yang ada yakni dengan membuat lajur darurat dengan konstruksi aspal hotmix. "Sehingga, arus balik yang melintasi lokasi itersebut bisa tetap diberlakukan dua lajur," tuturnya. LMS juga menyepakati untuk melakukan contra flow untuk memperlancar arus balik.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.