Kalla: Indonesia Tak Bisa Lagi Andalkan Amerika, Eropa, Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 25 April 2016. Dari lawatan ke empat negara Eropa, total investasi yang bisa diboyong ke Indonesia mencapai US$ 20,5 miliar atau setara Rp 266,5 triliun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan situasi dunia saat ini lebih banyak diisi berita duka. Dalam kondisi ini, Indonesia tidak bisa mengandalkan pihak lain, selain dirinya sendiri untuk menyelesaikan masalah.

    "Kita tidak bisa mengharap lagi kalau ada masalah dari Amerika, Eropa, Cina. Jangan harap lagi, karena mereka sendiri jauh lebih sulit dari kita," kata Kalla, saat menghadiri buka puasa bersama di Jenggala Center, Jalan Ciasem I Jakarta, Sabtu, 25 Juni 2016,.

    Menurut Kalla, dunia saat tidak banyak memiliki berita gembira, hampir semua berita yang ada menyulitkan. "Kita baru saja mendengar Eropa dengan Brexit, jadi lebih banyak berita dukanya dari berita orang yang gembira dengan Brexit," kata Kalla mencontohkan.

    Begitu juga berita duka ada di Timur Tengah yang dianggap lebih parah lagi. Berita duka itu terkait dengan konflik bersenjata dan perang saudara. Juga di Amerika dengan kondisi ekonominya yang tinggal menunggu waktu terjadi resesi besar. Begitu juga dengan Cina dan Asia yang mengalami kesulitan besar.

    Indonesia juga mengalami kesulitan yang sama, terutama di bidang ekonomi. "Kita menghadapi perjuangan untuk mengatasi masalah ekonomi yang terjadi karena pengaruh faktor luar," kata Kalla.

    Untuk menghadapi kondisi sulit itu, Kalla mengatakan Indonesia harus mengandalkan kekuatan diri, berupa semangat dan kemampuannya. Dia mengatakan Indonesia mempunyai kemampuan tersebut. "Kita bersyukur banyak kemampuan-kemampuan yang kita miliki, manajerial kita, sumber daya alam, kemampuan daerah yang harus kita tingkatkan," kata Kalla.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.