Penipuan Berkedok Abu Sayyaf di Samarinda, Begini Modusnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Yusran Uccang

    ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.COBalikpapan – Aksi penipuan mengatasnamakan kelompok Abu Sayyaf dilancarkan terhadap keluarga anak buah kapal batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, yang sedang berlayar ke Filipina. 

    Kali ini calon korbannya adalah para ABK kapal TB Charles 001 tk Robby 152. “Ini kabar bohong dari para penipu terhadap keluarga korban,” kata Kepala Penerangan Kodam Mulawarman Letnan Kolonel Subagio, Selasa, 22 Juni 2016.

    Seharian ini memang beredar kabar soal pembajakan kapal TB Charles 001 tk Robby 152 oleh kelompok Abu Sayyaf. Seorang di antaranya yang mengaku sebagai anggota kelompok Abu Sayyaf bahkan menghubungi Mega, istri  seorang awak kapal TB Charles 001.

    Subagio mengatakan pihaknya langsung menghubungi PT Rusianto Bersaudara, selaku pemilik kapal, guna mengkonfirmasikan temuan tersebut. Kepala Operasional PT Rusianto Bersaudara Joko menginformasikan nomor penelepon yang saat dilacak sedang berada di Bandung, Jawa Barat. 

    “Koordinasi dengan Polda Kaltim diketahui bahwa nomor itu asal Bandung serta lokasinya di Jalan Petamburan Timur,” ucapnya. 

    Posisi kapal TB Charles 001 tk Robby 152, kata Subagio, sedang berlayar di Pulau Maratua menuju Samarinda. Kapal dijadwalkan tiba di Samarida dalam waktu satu hari.

    Sehubungan dengan itu, Subagio menduga informasi tentang pembajakan kapal merupakan ulah sindikat penipuan. Apalagi sebelumnya ada kasus pembajakan kapal di perairan Filipina oleh kelompok Abu Sayyaf. 

    Subagio menyerahkan proses penyidikan kasus penipuan ini kepada kepolisian. Polisi akan menelusuri nomor telepon yang digunakan pelaku untuk mengelabui para korbannya.
    “Silakan kalau mau kasus penipuan ini ditangani kepolisian,” katanya. 

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.