Pendaki Asal Swiss yang Hilang di Gunung Semeru Masih Misterius  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pendaki berusaha mencapai puncak gunung Semeru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, 16 Mei 2015. Liburan panjang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mendaki gunung dengan ketinggian 3676 mdpl. Tempo/Fajar Januarta

    Puluhan pendaki berusaha mencapai puncak gunung Semeru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, 16 Mei 2015. Liburan panjang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mendaki gunung dengan ketinggian 3676 mdpl. Tempo/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Lumajang - Keberadaan pendaki asal Swiss, Lionel Di Creaux, 26 tahun, yang hilang di Gunung Semeru, masih misterius. Operasi pencarian SAR sudah memasuki hari kelima hari ini, Senin, 13 Juni 2016, namun belum membawa hasil.

    "Belum ketemu sampai hari ini," kata Jefriansyah, On Scene Coordinator (OSC), kepada Tempo di Posko Tawonsongo, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin, 13 Juni 2016.

    Jefri, yang merupakan anggota Tim Basarnas Pos Jember itu, mengatakan pencarian masih terus dilakukan. Hari ini  pencarian dilakukan di sekitar Air Terjun Punuk, dari arah Tawonsongo.

    Menurut Jefri, tim pencari sebenarnya menemukan sejumlah jejak baru yang diduga berkaitan dengan Lionel. Namun, setelah ditelusuri, tidak menuntun ke arah lelaki itu. "Masih misterius," ujarnya.

    Ada dua tim yang menelusuri dari Tawonsongo sejak Senin tadi pagi. Saat ini jumlah tenaga yang melakukan pencarian dirasa kurang. Namun pencarian tetap dilakukan.

    Pemerintah Swiss telah mengutus perwakilannya melalui konsulat jenderal untuk mendatangi Posko Pencarian di Ranupani dan Tawonsongo. Pemerintah Swiss bahkan menawarkan helikopter serta anjing pelacak guna mendukung pencarian.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Lionel putus kontak terhitung sejak Jumat, 3 Juni 2016. Operasi pencarian secara terbuka oleh Tim SAR dimulai sejak Kamis, 9 Juni 2016. Kegiatan pendakian ke puncak Semeru ditutup guna memudahkan pencarian.

    Lionel dan Alice Guignard, pendaki asal Prancis, berangkat dari Malang. Keduanya menuju Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, pada pukul 07.00 WIB, dan langsung menuju lokasi pendakian tanpa melapor ke Pos Ranupani.

    Pada pukul 10.22 WIB, keduanya sampai di Ranu Kumbolo dan melanjutkan perjalanan ke Kalimati dan tiba sekitar pukul 11.55 WIB. Kemudian mendaki ke puncak dan sampai di daerah Watu Gede sekitar pukul 14.01 WIB. Namun, pukul 17.47 WIB, Alice tidak melanjutkan perjalanan ke puncak karena tidak kuat, sedangkan Lionel tetap melanjutkan ke puncak.

    Alice memutuskan kembali ke Kalimati. Namun ia tersesat karena tidak tahu jalan yang dilalui sebelumnya. Wanita itu malah menuju punggung bukit arah ke kiri Arcopodo. Di lokasi itu, Alice bertahan selama dua hari dua malam. Ia ditemukan Heri Sumantri dari Tim Haspala Malang yang sedang memandu tamu pada Senin, 6 Juni 2016.

    Alice ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB setelah teriakan minta tolongnya didengar Heri. Selanjutnya, Alice di bawa turun dan pada Selasa sore, 7 Juni 2016, Alice melaporkan secara resmi kronologi hilangnya Lionel kepada petugas di Resort Ranu Pani.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.