Ahok: Belum Tentu Orang yang Anda Cintai Anda Nikahi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) memasangkan lencana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balaikota Jakarta, 17 Desember 2014. ANTARA FOTO

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri) memasangkan lencana Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balai Agung, Balaikota Jakarta, 17 Desember 2014. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku bahwa dirinya masih ingin berduet dengan Djarot Saiful Hidayat, wakilnya saat ini, untuk kembali memimpin Jakarta pada 2017.

    "Kalau kamu tanya saya lebih suka mana, saya ingin terusin sama Djarot dari awal," kata Ahok—panggilan akrab Basuki—di Balai Kota DKI Jakarta, pada Rabu, 8 Juni 2016.

    Ahok mengungkapkan, sejak awal ia sudah mengusulkan nama Djarot kepada relawannya, Teman Ahok, untuk diusung sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta  dalam pilkada Februari 2017, melalui jalur perseorangan. "Tapi kan tidak bisa. Masalahnya, PDI Perjuangan waktu itu enggak mau kasih," kata dia.

    Menurut Ahok, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri juga sejak awal mau mengusung dirinya dalam pilkada. Namun partai berlogo banteng tersebut lebih memilih mekanisme penjaringan dan penyaringan lewat partai.

    Sementara Teman Ahok, kata dia, sudah mendesaknya untuk menentukan calon wakil demi mencapai target satu juta dukungan sampai Juni 2016.

    Karena keinginannya bersama Djarot tidak bisa terpenuhi, Ahok akhirnya menunjuk Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebagai calon wakilnya.

    Ahok menggambarkan situasinya itu dalam sebuah ungkapan. "Belum tentu orang yang Anda cintai, yang Anda nikahi," tuturnya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.