Spanduk Relawan Ahok-Djarot Muncul, PDIP: Itu Bukan Kami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Ahok (kiri), berbincang dengan Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (kanan), sebelum upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Monas, Jakarta, 20 Mei 2016. Tema tahun ini adalah 'Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri, dan Berkarakter. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur DKI Jakarta, Ahok (kiri), berbincang dengan Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat (kanan), sebelum upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Monas, Jakarta, 20 Mei 2016. Tema tahun ini adalah 'Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri, dan Berkarakter. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.COJakarta - Suasana menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 semakin panas. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang bakal maju menjadi calon gubernur, sudah menyatakan diri maju lewat jalur independen berpasangan dengan Heru Budi Hartono. Pasangan ini diusung relawan Teman Ahok.

    Belakangan, situasi berubah. Ahok mulai mengungkapkan adanya kemungkinan dia berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, yang kini menjadi wakil gubernur. Djarot adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Hingga kini PDIP belum buka suara ihwal calonnya. Mereka sejak awal menolak mendukung jalur independen. Partai berlambang kepala banteng ini pun membuka pendaftaran untuk para calon gubernur-wakil gubernur. Namun, belakangan, suara di tubuh PDIP kembali menyebutkan pasangan Ahok-Djarot bisa diusung dalam pilkada DKI 2017. Syaratnya, Ahok maju lewat partai.

    Spanduk dukungan kepada Ahok dan Djarot mulai terlihat di beberapa sudut Jakarta. Salah satunya di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Dalam spanduk terpampang foto Ahok dan Djarot yang bertulisan “Sudah Terbukti dan Teruji”. Bukan hanya itu, dalam spanduk tersebut tertera nama relawan Ahok dan Djarot.

    Menanggapi spanduk itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Pilkada PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono menilai keberadaan spanduk itu merupakan hal biasa. Sebab, menurut dia, spanduk tersebut datang dari masyarakat. "Spanduk itu kan dari masyarakat, silakan saja, kami tidak melarang," katanya saat dihubungi, Senin, 6 Juni 2016.

    Gembong mengatakan relawan yang memasang spanduk tersebut dipastikan bukanlah kader PDIP. Kendati demikian, Gembong tidak akan melarang siapa pun masyarakat yang ingin berkreativitas. "Tidak, pasti itu tidak atas nama PDIP, dan saya bisa pastikan itu bukan dari PDIP," ujarnya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.