Bentrok Tolikara, Pemda: BPBD Lakukan Pembohongan Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo,SE,M.Si, memberikan bantuan modal usaha Rp. 30 juta kepada para pendagang korban peristiwa kebakaran 17 Juli 2015 di Karubaga, Papua. ISTIMEWA

    Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo,SE,M.Si, memberikan bantuan modal usaha Rp. 30 juta kepada para pendagang korban peristiwa kebakaran 17 Juli 2015 di Karubaga, Papua. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Pemerintah Kabupaten Tolikara, provinsi Papua Darwes Jigwa mengatakan saat ini situasi distrik Gika dan Panaga aman. Ia membantah dua distrik itu saat ini dilanda konflik dengan jatuhnya korban dan rusaknya rumah-rumah seperti laporan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho hari ini, 24 April 2016.

    "Tidak benar ada korban seperti itu, tidak ada rumah dibakar. Sudah dicek ke lokasi distrik Gika dan Panaga," kata Darwes kepada Tempo, malam ini.

    Menurut Darwes, yang terjadi adalah seorang warga distrik Panaga membalaskan dendamnya saat pembagian dana Program Rencana Strategis Pemberdayaan Ekonomi Kampung (Prospek) pada 9 April lalu. Ini dendam lama atas peristiwa pembunuhan seorang pegawai negeri sipil (PNS) warga distrik Panaga pada tahun 2015 yang dipicu kasus perzinahan.Saat itu, 4 orang tewas termasuk PNS itu.

    Saat pembagian dana Prospek pada 9 April lalu, pelaku membalaskan dendamnya dengan membunuh David Wanimbo, 28 tahun, warga Gika sebagai balasan. David merupakan PNS yang bekerja sebagai staf perpustakaan Kabupaten Tolikara.

    "Momen pembagian dana Prospek dimanfaatkan pihak pelaku membunuh pihak korban di desa Gelok Distrik Gika," ujar Darwes.

    Sempat terjadi perang suku, kata Darwes melanjutkan, namun tidak ada jatuh korban sebanyak yang dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara  yang kemudian disebarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana ke masyarakat termasuk jurnalis. "Tidak ada korban luka parah,hanya luka-luka biasa," ujarnya.

    Darwes mengungkapkan laporan yang diterima Sutopo berasal dari kepala BPBD Tolikara bernama Feri Kogoya. "Info yang beredar itu dari Kepala BPBD Daerah Tolikara Feri Kogoya yang tidak pernah masuk kantor dan tidak ada di lokasi saat bentrok di sana," Darwes menegaskan tanpa mengetahui pasti alasan penyebaran info itu."Kapolres lagi mencari dia."

    Sehingga info BPBD Tolikara  yang beredar di masyarakat , menurut Darwes sebagai pembohongan publik." Jika terjadi konflik, sudah pasti aparat keamanan bersama pemerintah daerah turun di TKP," ujar Darwes.

    MARIA RITA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.