Ini Alasan Stan Teman Ahok Tidak Buka di Jakarta Timur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memadati salah satu posko Teman Ahok di Kuningan City, Jakarta, 11 Maret 2016. Teman Ahok berharap Ahok dapat maju sebagai calon Gubernur Independen dalam mewujudkan Jakarta baru yang lebih bersih, maju dan manusiawi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Warga memadati salah satu posko Teman Ahok di Kuningan City, Jakarta, 11 Maret 2016. Teman Ahok berharap Ahok dapat maju sebagai calon Gubernur Independen dalam mewujudkan Jakarta baru yang lebih bersih, maju dan manusiawi. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Relawan pendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal dengan sebutan Teman Ahok, memiliki sejumlah posko di seluruh wilayah Jakarta. Tujuannya mengumpulkan kartu tanda penduduk agar bisa mengusung Ahok—sapaan Basuki—menjadi calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah 2017 pada jalur independen.

    Kebanyakan posko didirikan di rumah masing-masing. Teman Ahok juga membuka sejumlah booth di beberapa mal di Jakarta yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 20 stan. Namun, bila dilihat dari daftar stan yang didirikan, sebagian besar berada di wilayah Jakarta Selatan dan tidak ada satu pun stan yang dibuka di mal-mal di kawasan Jakarta Timur.

    "Karena agak sedikit juga mal di wilayah Jaktim itu kan. Terus juga dulu kami pernah buka di beberapa mal di sana, tapi memang responsnya kurang bagus," kata juru bicara sekaligus pendiri Teman Ahok, Singgih Widiyastono, kepada Tempo, Kamis, 24 Maret 2016.

    Singgih mengatakan salah satu stan yang pernah dibuka di Jakarta Timur berada di mal Tamini Square. Ia dan rekan-rekannya mendirikan stan itu pada September-Oktober 2015. Karena tidak mencapai target pengumpulan KTP, mereka sepakat tidak meneruskannya.

    Saat Tempo mengunjungi mal yang berada di Jalan Pondok Gede Raya, Jakarta Timur, siang ini, memang tidak banyak pengunjung yang datang. Beberapa kios di setiap lantai pun tutup. Pengunjung lebih banyak memasuki restoran cepat saji, seperti McDonald’s, Kentucky Fried Chicken, dan A&W.

    "Di sini mah parah sepinya. Toko di depan saya saja pindah akhirnya," kata Susi, penjaga kios baju di lantai 1 mal Tamini Square.

    Susi mengatakan, sebelumnya, mal ini sempat ramai pengunjung. Namun, beberapa waktu terakhir, jumlah pendatang berkurang dan sesekali ramai saat menjelang Idul Fitri. "Kalau hari-hari biasa cuma satu-dua orang yang belanja di tempat saya. Sepi banget," ujarnya.

    Rencananya, Teman Ahok akan kembali membuka stan di kawasan Jakarta Timur pada pekan ini. Mal yang dipilih adalah Pusat Grosir Cililitan (PGC), yang berada di Jalan Mayjen Sutoyo. Singgih berharap stan tersebut bisa ramai dan menjadi contoh untuk membuka stan di kawasan Jakarta Timur lain. "Semoga jadi trigger di Jaktim," ucapnya.

    Saat ini, stan Teman Ahok yang buka di Jakarta Utara terdapat di Mal Kelapa Gading I dan III, Pluit Village, Emporium Pluit, Baywalk Mall, dan Dapur Solo. Sedangkan untuk kawasan Jakarta Barat, stan tersebar di Central Park, LTC Glodok, dan Mal Puri Indah. Lalu untuk di Jakarta Pusat berada di Mal Atrium Senen dan Senayan City.

    Kemudian, di kawasan Jakarta Selatan yang cukup banyak mal, stan Teman Ahok dibuka di Cilandak Town Square, Pondok Indah Mall I dan II, Kuningan City, Epicentrum Walk, Darmawangsa Square, Blok M Plaza, Gandaria City, Kota Kasablanka, Bellagio Mall, Pacific Place, Darwis Triadi School of Photography, dan Niluh Djelantik Flagship Store.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.