5,5 Juta Hektare Hutan Indonesia Kritis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Kementerian Situasi Darurat Rusia bersama sejumlah aparat kepolisian menaiki ke sebuah mobil guna pergi ke lokasi jatuhnya pesawat FlyDubai di dekat bandara Rostov-on-Don di Moskow, Rusia, 19 Maret 2016. (AP Photo)

    Petugas Kementerian Situasi Darurat Rusia bersama sejumlah aparat kepolisian menaiki ke sebuah mobil guna pergi ke lokasi jatuhnya pesawat FlyDubai di dekat bandara Rostov-on-Don di Moskow, Rusia, 19 Maret 2016. (AP Photo)

    TEMPO.CO, Subang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengungkapkan, 24,3 juta hektare hutan di seluruh Indonesia kondisinya terdegradasi.

    "Dari jumlah itu, 5,5 juta hektare di antaranya dalam kondisi kritis," kata Nurbaya seusai penanaman 300 pohon di simpang susun Kilometer 109, jalan tol Cipali, Subang, Sabtu, 19 Maret 2016.

    Adapun total pohon yang ditanam di hari yang sama sebanyak 12.979 pohon mulai dari Cikopo, Purwakarta; hingga Palimanan, Cirebon. Mayoritas pohon yang ditanam jenis trembesi, sisanya dari jenis yang lain.

    Untuk menghijaukan hutan yang kritis tersebut, Nurbaya mengungkapkan, dilakukan dengan cara menanam ulang secara intensif. "Para pengusaha hutan tanaman industri (HTI) enggak boleh lagi enggak tanam, termasuk kebun bibit rakyat," ia menjelaskan.

    Ketika ditanya ihwal upaya yang sudah berhasil dilakukan dalam penghijauan kembali hutan yang kritis tersebut, Nurbaya mengatakan kemajuannya ada di masyarakat. "Masih harus kita colect, termasuk yang sudah dilakukan oleh swasta dan pengusaha," ujarnya.

    Ia mengatakan upaya penanaman kembali yang sudah dilakukan oleh pemerintah jumlahnya masih minim. Misalnya yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja negara di sepanjang bantaran Sungai Citarum dan Ciliwung hanya 3.000-an hektare saja.

    "Ya sekitar 15 ribuan pohon," ujar Nurbaya.

    Ihwal penanaman pohon di sepanjang ruas jalan tol Cipali yang membentang sepanjang 116,75 kilometer tersebut, Nurbaya mengatakan penanaman pohon dapat menjadi ruang terbuka hijau yang berfungsi optimal.

    "Dengan demikian menjaga iklim mikro, menambah estetika kawasan, meningkatkan resapan air tanah, menciptakan keseimbangan dan keserasian tata ruang kota, serta mendukung pelestarian keanekaragaman hayati," Nurbaya menjelaskan.

    Namun, dari sudut pandang lingkungan, pembangunan jalan tol Cipali, menjadikan luasan lahan terbuka bertambah melalui pembukaan lahan kawasan hutan, pertanian, perkebunan, serta lahan milik masyarakat seluas 1.000-an hektare.

    "Untuk itu kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon di kanan-kiri jalan tol dapat memulihkan tutupan lahan yang terbuka dan mengembalikan fungsi perlindungan tata air, pengamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol Cipali," Nurbaya menyampaikan harapannya.

    Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya Arriyanto Hudaya mengatakan penanam pohon di jalur hijau tol Cipali akan meningkatkan keamanan jalan tol, karena dapat mengurangi tiupan angin samping dan berkontribusi dalam menciptakan iklim yang lebih sejuk.

    PT LMS selaku operator jalan tol Cipali telah melakukan penanaman 16 ribu pohon dari berbagai jenis, di antaranya pohon cemara angin, kamboja, damar, kenari, dan pinus.

    "Dengan demikian LMS dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan sejumlah pihak telah menanam lebih dari 30 ribuan pohon sejak masa pembangunan konstruksi hingga saat ini," ucap Arriyanto.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.