Puluhan Kilogram Sabu Dibawa Kapal Bermuatan Sagu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi melakukan pantauan di kawasan perairan Provinsi Banten, yang terindikasi jadi pintu masuk peredaran narkoba dari luar ke Pulau Jawa. TEMPO/Darma Wijaya

    Polisi melakukan pantauan di kawasan perairan Provinsi Banten, yang terindikasi jadi pintu masuk peredaran narkoba dari luar ke Pulau Jawa. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Cirebon - Sebanyak 40 kg sabu-sabu dan 170 ribu butir ekstasi hasil penyitaan di tiga tempat diduga dibawa Kapal Bahari 1 yang bermuatan tepung sagu di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat. Kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Cirebon pada 9 Maret 2016 lalu setelah berangkat dari Selat Panjang, Riau.

    Direktorat Narkoba Mabes Polri menggeledah sejumlah tempat di Cirebon. Diantaranya di perumahan Bumi Citra Lestari (BCL) di Kelurahan Wanacala, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dari   penggeledahan di tiga tempat itu berhasil disita barang bukti sebanyak 40 kg sabu-sabu dan 170 ribu butir ekstasi.

    Selain di Kapal Bahari 1 juga dilakukan penggeledahan di perumahan BCL. Sebanyak 3 orang diamankan dari rumah kontrakan tersebut. “Ada 3 orang yang ditangkap,” kata seorang warga di perumahan BCL, Jumat 18 Maret 2016. Selain itu turut pula diamankan alat hisap sabu-sabu, puluhan handphone dan puluhan kartu perdana. Diduga sabu-sabu tersebut berasal dari Malaysia yang dibawa menggunakan jalur laut.

    Sekalipun Kapal Bahari 1 sudah datang sejak 9 Maret 2016, namun penggeledahan di kapal tersebut baru dilakukan pada Kamis 17 Maret 2016 malam usai melakukan penggeledahan di kompleks BCL. Berdasarkan keterangan dari saksi yang menolak disebutkan namanya, ada dua orang tersangka yang tangannya terborgol turut dibawa masuk saat melakukan penggeledahan di kapal tersebut semalam.

    Sementara itu Wakapolres Cirebon Kota, Kompol Sharly Sholu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebekan tersebut. “Namun kami tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi Mabes saja,” katanya.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?