Bojonegoro Bikin Desa Wisata Sumur Minyak Tua  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tiang pancang pengeboran tampak di penambangan tradisional desa Wonocolo, Kecamatan Kadewan, Bojonegoro, Kamis 11 September 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah tiang pancang pengeboran tampak di penambangan tradisional desa Wonocolo, Kecamatan Kadewan, Bojonegoro, Kamis 11 September 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berencana mengembangkan desa wisata dengan aset sumur minyak tua yang banyak dimilikinya. Sumur-sumur peninggalan masa kolonial Belanda itu tersebar di 724 titik di empat desa, Kecamatan Kedewan,  Bojonegoro.

    "Kami akan bangun diorama berupa alat-alat pengeboran dan sejenisnya," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Agropolitan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Dyah Enggarini Mukti, Rabu, 16 Maret 2016.

    Dyah menjelaskan, untuk program ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bekerja sama dengan PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Asset 4 Cepu dan Perhutani Cepu. Selain itu, para penambang minyak tradisional yang ada di empat desa tersebut akan dilibatkan. ”Konsep ini telah dimatangkan, dan ingat, ini pertama kali di Indonesia,” ujarnya.

    Selain diorama, Dyah menambahkan, desa wisata akan mengandalkan pesona air terjun Wali Kidangan serta praktek mengebor minyak di sumur tua yang dilakukan para pekerja secara tradisional dan semi modern. Lokasinya berada di empat desa di Kecamatan Kedewan, yakni Wonocolo, Hargomulyo, Kedewan, dan Kawengan.

    Dyah menuturkan  program Desa Wisata Sumur Tradisional ini bertujuan untuk menggambarkan sejarah minyak di Bojonegoro. Selain itu, menggambarkan model pengeboran tradisional menggunakan alat sederhana. "Seperti orang beramai-ramai menarik minyak dengan tali dari kedalaman hingga 1.500 meter."

    Konsep Desa Wisata juga memiliki maksud ganda, yakni mempertahankan lingkungan di hutan yang menjadi lokasi sumur. Yang juga penting, Dyah berujar, ialah mengembalikan warna asli warga di daerah sumur minyak tua. Di daerah itu, terdapat para pekerja penyuling minyak mentah menjadi solar atau minyak tanah serta perengkek, juga pekerja yang mengangkut minyak sulingan dari sumur ke pembelinya.

    Kemudian, yang tidak kalah penting, nantinya ada pekerjaan baru bagi warga, mengangkut wisatawan ke lokasi desa wisata. “Suasananya jadi hidup,” katanya.

    Public Relations Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Arbiani, menyebut program ini menunjang sumur minyak untuk lebih tertata dan ramah lingkungan. ”Sudah mulai kami kembangkan,” ucapnya.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.