Menjelang KTT OKI, Menteri Ryamizard: Aman, Tetap Siaga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel TNI dari Kostrad dan Kodam berjaga di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 4 Maret 2016. Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta, pengamanan di berbagai wilayah Ibukota. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Personel TNI dari Kostrad dan Kodam berjaga di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 4 Maret 2016. Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta, pengamanan di berbagai wilayah Ibukota. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan tingkat pengamanan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) pada 6-7 Maret 2016 baik. 

    "Panglima TNI sudah sempat melakukan apel persiapan, sudah menyatakan siap (mengamankan). Laporan polisi juga situasi kondusif," ujar Ryamizard di Balai Media Kementerian Pertahanan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Maret 2016.

    Ryamizard mengatakan, meski tamu negara yang datang tak akan sebanyak—jumlah semua peserta OKI 56 negara, porsi pengamanan tak akan diturunkan. "Tamu mungkin bisa 10-12 negara saja, tapi tetap waspada. Selebihnya siap, tinggal pelaksanaan," katanya.

    Mengenai potensi adanya ancaman teror, Ryamizard menegaskan dia sudah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti. "Soal ancaman teroris, Kapolri menyatakan tidak ada," tuturnya. 

    Ryamizard mengatakan pihak intelijen pasti akan terus mengawasi perkembangan yang ada. "Intelijen harus tetap pasang kuping, jangan sampai karena mengira aman nanti jadi ada apa-apa," ucapnya.

    Hingga Kamis, 3 Maret 2016, Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib mengatakan, dari 56 negara peserta OKI, 47 menyatakan akan hadir. Namun perwakilan negara itu bervariasi, bisa kepala negara, menteri, pangeran, dan sebagainya.

    Selain itu, terdapat sejumlah negara peninjau dan perwakilan Persatuan Bangsa-Bangsa. Kleib menjelaskan, dari pengalamannya mengikuti lima KTT OKI sebelumnya, belum pernah semua negara hadir. "Belum pernah dalam pertemuan ini negara yang hadir lengkap. Jadi, setelah kami (Kementerian Luar Negeri) konfirmasi betul siapa yang akan ke sini, baru kami kabari lagi," katanya.

    Untuk tamu setingkat kepala negara, menurut Kleib, jumlahnya tak akan banyak. "Untuk KTT LB OKI nanti diperkirakan ada sekitar 10-12 VVIP (very very important person)," ujarnya.

    Pemerintah Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT OKI pad 5-7 Maret 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Untuk pengamanannya, TNI dikabarkan akan mengerahkan 10.150 personel. Sedangkan Kodam Jaya akan menerjunkan 3.600 personel pasukan untuk pengamanan wilayah saat konferensi maupun untuk keamanan tamu negara saat berada di Indonesia.

    Komandan Satuan Petugas Pengamanan Wilayah Kodam Jaya Brigadir Jenderal Ibnu Tri Widodo mengatakan Satgas Pamwil ini akan dibagi untuk melakukan pengamanan di venue ring 1, yakni Jakarta Convention Center Senayan, hingga ring 2 dan ring 3 di sekitar JCC dan tempat penginapan. Jumlah ini pun masih akan didukung sejumlah besar anggota kepolisian.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?