JK Hadiri Aksi Damai untuk Palestina di Turki

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja Pemerintah Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Daerah di Jakarta, 28 Maret 2018. Rapat kerja dihadiri oleh Bupati, Walikota dan Ketua DPRD seluruh Indonesia. TEMPO/Subekti.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat membuka Rapat Kerja Pemerintah Percepatan Pelaksanaan Berusaha di Daerah di Jakarta, 28 Maret 2018. Rapat kerja dihadiri oleh Bupati, Walikota dan Ketua DPRD seluruh Indonesia. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima undangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghadiri aksi damai untuk Palestina di Lapangan Yenikapi, Istanbul, Turki, pada Jumat, 17 Mei 2018, pukul 16.00 waktu setempat. "Pak Wapres mengikuti aksi atas undangan Presiden Erdogan sebagai tuan rumah," kata juru bicara Wakil Presiden, Husain Abdullah, dalam siaran tertulisnya, Sabtu, 18 Mei 2018.

    Husain menuturkan Erdogan memperkenalkan JK kepada massa yang memenuhi lapangan yang berada di tepi Selat Bosporus. Selain dihadiri JK, aksi tersebut dihadiri para delegasi negara-negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi ( KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) lain dan rakyat Turki.

    Baca: JK Terbang ke Turki Hadiri KTT Luar Biasa OKI soal Palestina

    Menurut Husain, hadirnya JK dalam aksi tersebut sebagai bentuk perjuangan Indonesia untuk Palestina. Dalam aksi tersebut, JK bersama delegasi KTT OKI lain mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas atas pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem.

    Selain itu, ucap Husain, negara-negara OKI mendesak PBB mengusut tewasnya sejumlah warga Palestina saat unjuk rasa di Jalur Gaza. Menurut dia, negara-negara OKI menolak pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem.

    Baca: JK Diminta Membantu Renovasi Masjid Saint Petersburg Rusia

    JK menyaksikan aksi damai itu. Dalam aksi tersebut, Husain menuturkan massa meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika Serikat dan anti-Israel. Mereka pun mengacungkan plakat bertuliskan "Israel Teroris" dan "Hentikan Pembantaian Palestina". 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.