PMI Subang Selalu Kehabisan Stok Darah, Ini Solusinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) mengecek kantong darah di dalam ruangan pendingin di Kantor PMI Jakarta, 29 Juni 2015. Stok darah PMI di bulan Ramadan mengalami penurunan drastis karena berkurangnya pendonor. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) mengecek kantong darah di dalam ruangan pendingin di Kantor PMI Jakarta, 29 Juni 2015. Stok darah PMI di bulan Ramadan mengalami penurunan drastis karena berkurangnya pendonor. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Subang - Palang Merah Indonesia Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengaku tak pernah punya stok darah. "Selalu kehabisan," kata Kepala PMI Subang Dally Kardilan, Kamis, 3 Maret 2016. Kalaupun ada stok, ucap Dally, jumlahnya sangat sedikit. "Sebabnya, tidak setiap hari tersedia stok," ujarnya.

    Untuk mengatasi kebutuhan permintaan pasien, pihaknya melakukan donor dari keluarga pasien. Solusi itu selama ini dianggap paling efektif. Upaya lain adalah mengadakan acara donor darah di instansi pemerintah, sekolah, TNI, dan Polri. Pada 2015, PMI Subang menargetkan hasil donor darah sebanyak 16 ribu labu. Tapi yang berhasil direalisasi hanya 12 ribu labu. Tahun ini, target sama dikejar lagi. "Mudah-mudahan bisa sampai," ucapnya.

    Menurut Dally, selalu seret dan kosongnya stok darah di PMI Subang sekarang terjadi, antara lain, karena tingginya permintaan pasien. "Terutama pasien penderita talasemia yang jumlahnya mencapai 120 orang," ujarnya.

    Setiap pasien talasemia membutuhkan dua labu darah per bulan. Perburuan donor darah yang dilakukan PMI Subang kemarin bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Persit Kartikacandra. "Target kami 200 labu," tutur Kasdim 0605 Subang Mayor Infantri Zarkoni Rahmadi.

    Ia mengatakan TNI akan membantu ketersediaan stok darah di PMI Subang yang selalu kosong. "Apalagi sekarang sedang terjadi pergantian musim, sering banyak serangan penyakit berbahaya yang membutuhkan bantuan darah," ucap Zarkoni.

    NANANG SUTISNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.