Hujan Deras, Warga Diminta Jauhi Aliran Lahar Gunung Kelud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung naik ke bagian puncak bangunan Candi Penataran di Ngleggok, Blitar, Jawa Timur, 25 Oktober 2015. Candi Penataran menjadi tempat pemujaan untuk menghindari mara bahaya yang disebabkan oleh Gunung Kelud yang sering meletus kala itu. ANTARA/Ismar Patrizki

    Pengunjung naik ke bagian puncak bangunan Candi Penataran di Ngleggok, Blitar, Jawa Timur, 25 Oktober 2015. Candi Penataran menjadi tempat pemujaan untuk menghindari mara bahaya yang disebabkan oleh Gunung Kelud yang sering meletus kala itu. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.COKediri - Penduduk yang tinggal di sekitar sungai aliran lahar Gunung Kelud diminta berhati-hati. Jika hujan turun terus-menerus selama lebih dari satu jam, aliran sungai bisa menjadi ancaman. Sebab, tumpahan lahar dingin yang berupa material vulkanis berbahaya dari puncak akan terbawa air hingga kawasan permukiman.

    Peringatan ini disampaikan Pemerintah Kabupaten Kediri menyusul terjangan lahar dingin di aliran Kali Ngobo, Dusun Wonorejo, Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kamis, 25 November 2016. Besarnya debit lahar yang turun membawa batuan sisa letusan memporak-porandakan instalasi saluran air PDAM di permukiman penduduk. “Selalu dengarkan informasi dari petugas, terutama saat hujan,” kata Bupati Kediri Haryanti saat melihat lokasi kerusakan saluran air bersih di Plosoklaten, Jumat, 26 Februari 2016.

    Untuk mengantisipasi potensi banjir lahar ini, pemerintah menyiagakan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan relawan di titik-titik pemantauan aliran lahar. Melalui saluran radio komunitas (ORARI), mereka melaporkan lonjakan debit sungai yang turun dari puncak, terutama saat hujan turun.

    Petugas juga meminta masyarakat menjauhi aliran sungai ketika hujan turun lebih dari satu jam. Hujan yang deras akan berpotensi membawa sisa letusan gunung api yang menumpuk di atas. Hal ini berbahaya mengingat sisa letusan itu bisa berupa batuan kecil hingga besar yang mampu merusak apa pun yang dilalui.

    Mengenai kerusakan saluran air bersih yang diterjang lahar kemarin, Haryanti memerintahkan PDAM untuk menangani dengan mengirimkan pasokan air bersih menggunakan truk tangki. Putusnya saluran itu telah memicu krisis air bersih untuk 350 kepala keluarga di Desa Trisulo. Pemerintah juga berupaya memperbaiki saluran air yang berada di aliran lahar sepanjang 2 kilometer itu agar bisa berfungsi kembali. “Selama perbaikan belum selesai, setiap hari ada dropping air dari PDAM,” ujar Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Haris Setiawan.

    Sebelumnya, banjir lahar yang turun dari Gunung Kelud ini juga menghancurkan sebuah warung dan menenggelamkan dua truk di aliran sungai Kabupaten Blitar dua hari lalu. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam bencana itu meski kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Akibat serangan itu, pemerintah Blitar menutup kawasan pencarian pasir di aliran lahar yang selama ini didatangi penambang.

    Kepala Pos Pemantauan Gunung Kelud Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Khoirul Huda tak bisa memperkirakan volume sisa letusan yang akan turun selama musim hujan mendatang. Dia meminta masyarakat selalu mewaspadai aliran lahar jika terjadi hujan deras di kawasan puncak. Curah hujan yang tinggi akan mempengaruhi kestabilan material sisa letusan yang bisa berupa batu seukuran kerbau. “Sebaiknya hati-hati saat hujan deras.”

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.