Jumlah Gay di Bandung Mencapai 2.000 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan gay. (AP Photo/Don Ryan)

    Ilustrasi pasangan gay. (AP Photo/Don Ryan)

    TEMPO.CO, Bandung - Jumlah penduduk Kota Bandung saat ini sebanyak 2.378.627 jiwa. Dari jumlah itu sekitar 1,2 juta adalah pria dan sisanya perempuan. Angka itu diperoleh dari hasil pemutakhiran data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) per 31 Desember 2015. Sebelum pemutakhiran data, jumlah penduduk Bandung tidak lebih dari 2,5 juta jiwa.

    Berdasarkan data yang sama diketahui bahwa dari 1,2 juta laki-laki di Kota Bandung, 2.000 di antaranya memiliki orientasi seks sejenis atau biasa disebut homoseksual (gay). "Tapi angka ini tidak betul-betul valid. Bahkan jumlahnya bisa lebih banyak," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandung Susatyo di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa, 23 Februari 2016.

    Sementara untuk perempuan dengan orientasi seks sejenis atau yang biasa disebut lesbian, kata Susatyo, institusinya masih belum bisa memperkirakan. Sebab kebayakan kaum lesbian sangat menutup diri. Mereka tidak mau orang lain tahu jika dirinya memiliki orientasi seks menyimpang. "Kaum gay lebih terbuka. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang memiliki komunitas," katanya.

    Lebih lanjut, Susatyo menambahkan, perilaku homoseksual merupakan salah satu sasaran dalam upaya sosialisasi penanggulangan penyakit menular di Kota Bandung. Selain pengguna narkotika, orientasi seks sejenis sangat rentan tertular penyakit HIV/AIDS.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara mengatakan saat ini terdapat 3.000 kasus HIV/AIDS di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks sejenis mencapai 8,7 persen. "Kelompok dengan risiko terbanyak 46 persen itu pengguna napza (narkotika), karena itu yang paling cepat," kata Ahyani.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.