Penderita Thalassemia di Aceh Kerap Kekurangan Stok Darah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donor darah untuk penderita penyakit Thalassemia diselenggarakan di Gedung Sate, Bandung, Jumat (13/11). Jabar merupakan daerah tertinggi kedua penderita Thalassemia setelah Jakarta. TEMPO/ Aditya Herlambang

    Donor darah untuk penderita penyakit Thalassemia diselenggarakan di Gedung Sate, Bandung, Jumat (13/11). Jabar merupakan daerah tertinggi kedua penderita Thalassemia setelah Jakarta. TEMPO/ Aditya Herlambang

    TEMPO.CO, Banda Aceh - Para penderita thalassemia dan sejumlah komunitas di Banda Aceh mengadakan kegiatan jalan sehat bersama thaller, di Taman Bustanul Salatin, Ahad 14 Februari 2016. Kegiatan itu untuk memberikan semangat kepada para penderita thalassemia.

    Thalassemia adalah keturunan kelainan darah yang disebabkan oleh kurangnya produksi hemoglobin (protein pada sel darah merah yang mengikat oksigen). Akibatnya penderita  mengalami anemia dan harus menjalani transfusi yang berulang dan pengobatan rutin.

    Ketua Persatuan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) Cabang Aceh, M Nizwar mengatakan kegiatan dilakukan untuk meningkatkan motivasi para pthaller (penderita thalassemia) untuk terus bisa beraktivitas, berkarya dan bersemangat dalam menjalani hidupnya. “Juga sebagai ajang silaturrahmi para orangtua penderita serta sosialisasi pemahaman awam terhadap penyakit itu,” jelasnya.

    Menurut Nizar, saat ini tercatat sebanyak 300 lebih penderita thalasemia di Aceh. Mereka umumnya menjalani pengobatan di Sentra Thalassemia Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. “Kadang kebutuhan darah menjadi masalah, karena stock darah sedikit.”

    Para orangtua penderita berharap kesadaran warga untuk bisa menjadi pendonor darah sukarela rutin agar dapat membantu kehidupan para thaller dan masyarakat lainnya yang membutuhkan darah.

    Kegiatan jalan sehat yang didukung oleh oleh Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI), POPTI dan Komunitas Darah Untuk Aceh (DUA), juga disertai dengan beberapa kegiatan lainnya. Di antaranya mendongeng, senam penguin dan talkshow para orangtua thaller.

    Sementara itu Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal yang ikut serta mengatakan acara tersebut sangat positif untuk mengedukasi masyarakat terkait penyakit tersebut. “Kami akan membangun Thalassemia Center di RSUD Meuraxa, nantinya,” ujarnya.

    Menurutnya, dengan adanya thalassemia center di Rumah Sakit Kota Banda Aceh tersebut, dapat membantu pasien lebih baik. Penanganan nantinya tidak hanya dilayani di RSUZA, tetapi juga di RSUD Meuraxa. “Tidak perlu antre panjang lagi RSUZA.”

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.