Istri Pilot Super Tucano Hamil 8 Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa puing pesawat Super Tucano yang jatuh di pemukiman warga di kawasan Jalan LA Sucipto, Malang, Jawa Timur, 10 Februari 2016. Tiga korban aibat jatuhnya pesawat tempur taktis tersebut yakni pilot Mayor Pnb IFI, copilot Saiful dan Ibu Pujianto yang merupakan warga sekitar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas membawa puing pesawat Super Tucano yang jatuh di pemukiman warga di kawasan Jalan LA Sucipto, Malang, Jawa Timur, 10 Februari 2016. Tiga korban aibat jatuhnya pesawat tempur taktis tersebut yakni pilot Mayor Pnb IFI, copilot Saiful dan Ibu Pujianto yang merupakan warga sekitar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COYogyakarta - Pilot pesawat tempur latih Super Tucano TT-3108, Mayor Penerbang Ivy Safatillah, 37 tahun, yang nahas di Malang, Rabu, 10 Februari 2016, meninggalkan dua anak dan istri yang tengah hamil 8 bulan. Pilot itu meninggal dunia saat pesawat tersebut jatuh dan menimpa rumah warga.

    Sang istri, Diana Fitri, 34 tahun, tampak tidak kuasa menahan kesedihan karena kabar jatuhnya pesawat yang dipiloti suaminya. Dua anaknya, yaitu Dafa Firasandi Zain, 9 tahun, dan Aqsha Irfan Maulana, 7 tahun, tampak menemani ibu mereka dan seolah belum tahu kondisi sang bapak.

    "Saya bertemu terakhir Senin. Saat itu ia mau berangkat ke Malang untuk tugas," kata Diana di rumah duka di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 2, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Rabu, 10 Februari 2016.

    Memang, kata dia, suaminya itu setiap akhir pekan pulang ke Yogyakarta untuk bertemu keluarga dan anak-anaknya. Ketika pulang ke rumah, ia selalu bermain dengan istri dan kedua anaknya.

    Diana, yang sedang hamil 8 bulan, tidak menyangka suaminya mengalami kecelakaan. Sebab, pada Rabu pagi, 10 Februari 2016, sang suami masih menelepon. Komunikasi lewat telepon itu dilakukan sebelum ia terbang.

    Saat itu Ivy menanyakan kabar kedua anaknya, sudah berangkat sekolah atau belum. Lalu sang pilot itu juga menanyakan keadaan kandungan Diana. Diana pun mengatakan kedua anak mereka sudah berangkat sekolah dan kandungannya baik-baik saja.

    "Telepon sebelum terbang pukul 07.00. Saya berpesan supaya hati-hati," ujar Diana.

    Namun Diana tidak menyangka telepon itu adalah akhir dari komunikasi dia dengan suaminya. Ia tahu kabar suaminya kecelakaan pada pukul 12.00. Namun kabar masih simpang siur. Ada yang mengatakan sang suami masih dirawat di rumah sakit. Ia justru tahu suaminya meninggal dunia saat melihat berita di televisi.

    Mertua Ivy, Asmawati Sinduwijoyo, 50 tahun, mengaku ada firasat sebelum menantunya mengalami kecelakaan. Saat berpamitan ke Malang, alumnus Akademi Angkatan Udara 2000 itu seperti akan berpisah dan tidak kembali. Saat berpamitan, ia mencium tangan serta pipi kiri dan kanan mertuanya sambil menyampaikan permintaan maaf jika ada kesalahan selama ini. "Saya lalu mendoakan supaya selamat dalam bertugas," tutur Asmawati.

    Asmawati juga mengenang saat Ivy menceritakan kehamilan istrinya, yang telah diperiksakan kandungannya dan dilakukan USG. Kata pilot itu, janin yang ada dalam perut istrinya ganteng dan hidungnya mancung. "Bayi dalam kandungan katanya laki-laki, ganteng, hidungnya bangir seperti bapaknya," ucap Asmawati.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga