50 Eks Anggota Gafatar Asal Riau Tiba di Pekanbaru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KRI Teluk Bone 511 yang mengangkut warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat akan merapat di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Pemerintah memastikan bakal memberikan layanan konseling bagi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan ke kota asalnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    KRI Teluk Bone 511 yang mengangkut warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat akan merapat di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Pemerintah memastikan bakal memberikan layanan konseling bagi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan ke kota asalnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Dinas Sosial Provinsi Riau akhirnya bisa memulangkan 50 mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Riau. Rombongan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Senin, 8 Februari 2016, pukul 15.00 WIB.

    "Setelah melalui perdebatan alot, Alhamdulillah, akhirnya mereka mau diajak pulang," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Syarifudin, Senin, 8 Februari 2016.

    Menurut Syarifudin, masih ada empat orang yang enggan pulang. Mereka tergolong pentolan Gafatar, termasuk mantan Sekretaris Jenderal Gafatar, Nasrul. Mereka belum bisa menerima alasan pemerintah mengevakuasi eks anggota Gafatar dari Menpawah, Kalimantan Barat.

    Syarifudin menjelaskan, Dinas Sosial mencatat 135 orang eks Gafatar asal Riau yang ditempatkan di Rumah Persinggahan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta. Namun 81 orang sudah kembali ke Riau setelah dijemput oleh keluarganya masing-masing.

    Proses penjemputan terhadap 81 orang tersebut didasarkan pada berita acara oleh petugas Kementerian Sosial. Itu sebabnya Syarifudin merasa yakin yang melakukan penjemputan benar-benar keluarganya.

    Adapun 50 orang yang dipulangkan hari ini kebanyakan tidak lagi memiliki tempat tinggal di Riau. "Kebanyakan eks Gafatar asal Riau itu bukan warga asli Riau. Melainkan warga perantau yang telah tinggal dua tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk di Riau," ujar Syarifudin.

    Syarifudin menambahkan, upaya pemulangan eks anggota Gafatar asal Riau sempat mengalami kesulitan, sehingga beberapa kali tertunda. Mereka khawatir tidak bisa diterima di kampung asalnya akibat stigma negatif yang menyebutkan Gafatar merupakan organnisasi yang menganut aliran sesat. "Setelah kami beri pemahaman dan jaminan keamanan, akhirnya mereka bersedia pulang," ucapnya.

    Syarifudin menjelaskan, eks anggota Gafatar akan ditempatkan di Rusunawa milik Pemerintah Provinsi Riau di Jalan Sidirman, Kota Pekanbaru. Mereka akan diberikan pembinaan oleh Majelis Ulama Indonesia dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau.

    Dinas Sosial, kata Syarifudin, akan menjamin seluruh kebutuhan selama dalam pembinaan di Rusunawa. "Setelah itu kami akan kembalikan ke daerah asalnya melalui pemerintah kabupaten masing - masing," tuturnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.