Ini Alasan Ade Komarudin Blusukan Keliling Kompleks DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Ade Komaruddin meninjau kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Ahad, 7 Februari 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Ketua DPR Ade Komaruddin meninjau kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Ahad, 7 Februari 2016. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin menyatakan tidak memiliki niat tertentu di balik agenda blusukan mengelilingi Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Blusukan itu untuk meninjau sarana dan prasarana yang ada, agar berfungsi semaksimal mungkin.

    "Peninjauan ini tidak untuk yang macam-macam. Saya punya niat baik memperbaiki ini, supaya semua anggota DPR dapat bertugas dengan lancar. Tidak usah mewah-mewah, yang penting rapi dan bersih," kata Akom--sapaan akrab Ade--di sela-sela meninjau kompleks DPR pada Ahad, 7 Februari 2016.

    Politikus Partai Golongan Karya itu menjelaskan, hasil peninjauannya bersama Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti akan dicatat. Dia juga meminta Sekjen membuat jadwal kapan perbaikan-perbaikan mulai dikerjakan dan target perbaikan selesai dikerjakan. "Nanti akan saya tinjau lagi, mana yang sudah selesai, mana yang belum," ujarnya.

    Pagi tadi, Akom blusukan untuk kedua kalinya di kompleks DPR. Akom yang mengelilingi kompleks DPR dengan berjalan kaki meninjau kolam dan air mancur yang berada di halaman depan kompleks DPR. Sesekali Akom menyapa para petugas perawatan yang tengah bekerja.

    Selain itu, Akom mengecek taman-taman yang ada di DPR, tempat pembuangan sampah, tempat pembibitan dan pemupukan tanaman, tempat instalasi listrik, dan Dinas Pemadam Kebakaran Pos MPR/DPR. Akom juga menyempatkan diri meninjau tempat parkir mobil anggota DPR yang terletak di basement.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.