Libur Imlek, Kebun Binatang Surabaya Bikin Acara Spesial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memberi makan Jerapah bernama Moridtz yang  berulang tahun keempat di Kebun Binatang Surabaya, Surabaya, 19 Juli 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    Pengunjung memberi makan Jerapah bernama Moridtz yang berulang tahun keempat di Kebun Binatang Surabaya, Surabaya, 19 Juli 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Surabaya - Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) akan menggelar acara spesial untuk menyambut perayaan Imlek pada 8 Februari 2016. Acara spesial itu adalah dibolehkannya para pengunjung KBS memberikan makanan kepada hewan-hewan primata.

    "Sebenarnya tidak boleh, tapi khusus pada perayaan itu kami perbolehkan," kata pelaksana tugas Direktur PDTS KBS Aschta Boestani Tajudin saat ditemui di kantornya, Senin, 1 Februari 2016.

    Demi memaksimalkan acara tersebut, KBS tidak menggelar acara saat peringatan Hari Primata pada 30 Januari  lalu. Pasalnya, pihak KBS ingin memfokuskan konsentrasinya pada acara perayaan Imlek itu. "Jadi acaranya kami satukan dengan perayaan Imlek," ucapnya. Selain itu, Imlek tahun ini temanya juga primata, yakni monyet api, sehingga dia menilai sangat cocok apabila acara tersebut disatukan.

    Menurut Aschta, acara tersebut sangat penting, mengingat program kerja tahun ini adalah mengkampanyekan untuk tidak memberikan makanan kepada satwa dan tidak membuang sampah sembarangan di rumah satwa. "Sinergitas program dengan perayaan Imlek yang bertema primata juga menjadi perhatian khusus kami," ujarnya.

    Rencananya, tutur dia, acara itu akan difokuskan di kompleks primata pada 7-8 Februari 2016. Dalam acara itu, para pengunjung KBS bisa memberikan makanan langsung kepada hewan-hewan primata. Namun tentunya dengan mekanisme yang sudah ditentukan pihak KBS. "Para pengunjung nantinya bisa berinteraksi dengan hewan primata," katanya.

    Dia berharap kegiatan itu bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat supaya ikut peduli terhadap hewan primata. Pasalnya, di Indonesia, keanekaragaman hewan primata sangat tinggi. "Bahkan ada beberapa yang endemik," ucapnya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.