Lima Wilayah di Maluku Utara Kerap Jadi Basis Gafatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Formulir organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) milik anaknya saat dirumahnya kawasan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Januari 2016. TEMPO/IqbaL lubis

    Formulir organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) milik anaknya saat dirumahnya kawasan Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan, 13 Januari 2016. TEMPO/IqbaL lubis

    TEMPO.CO, Ternate - Kepolisian Daerah Maluku Utara mendeteksi lima kabupaten di Maluku Utara kerap dijadikan sebagai pusat aktivitas organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Lima wilayah itu adalah kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Utara, Kota Ternate dan Halmahera Selatan, serta Halmahera Tengah.

    Kapolda Maluku Utara, Brigadir Jenderal Zulkarnain, mengatakan, dari laporan intelijen gerakan organisasi Gafatar mulai mencuat ke publik di Maluku Utara sejak tahun 2015. Kala itu Gafatar lebih banyak memilih Halmahera Barat dan Kota Ternate sebagai basis massa organisasi. Rata-rata pengerak organisasi ini merupakan warga pendatang dari luar Maluku Utara.

    "Bahkan laporan yang kami terima, mereka sudah tidak lagi berada di Maluku Utara,” kata Zulkarnain kepada Tempo, Rabu, 20 Januari 2016.  “Tetapi kami tetap akan mengawasi aktivitas kantor organisasi ini.”

    Baca juga: Mendengar Teror Thamrin, Abu Bakar Ba'asyir Dikabarkan Marah

    Zulkarnain menjelaskan, dalam merekrut jamaah di Maluku Utara, Gafatar lebih banyak melakukannya dengan cara mengajak masyarakat dalam kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan donor darah. Tak hanya itu, masyarakat kerap diajak dalam kegiatan diskusi keagamaan.

    Namun sejak Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa organisasi itu menyalahi kaidah Islam, menurut Zulkarnain, banyak orang yang kemudian memilih tak lagi bergabung. “Dan aktivitas organisasi ini kemudian berkurang dan tidak ada lagi.”

    Kepala Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglimas) Kota Ternate, Abdulah Syarif, mengungkapkan, secara organisasi Gafatar tercatat masuk Kota Ternate tahun 2012. Dalam laporan yang disampaikan ke Pemerintah Kota Ternate, organisasi tersebut merupakan organisasi masyarakat yang bergerak pada kegiatan sosial.

    Oleh karena itu, kata Syarif, beberapa program kerja organisasi ini di Ternate banyak terlihat seperti bakti sosial, pelayanan kesehatan dan dialog kebangsaaan. “Dan saat itu sudah melarang agar tidak menyebarkan ajaran sesat,” katanya.

    Dari penelusuran Tempo di sebuah rumah yang terletak di komplek perumahan di RT 15 RW 06 Kelurahan Kalumata, Kecamtaan Ternate Selatan Kota Ternate yang kerap dijadikan kantor Gafatar terlihat sepi dan tidak ada aktivitas organisasi yang menonjol. Hanya beberapa jendela yang dibiarkan terbuka.

    BUDHY NURGIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.