Ketua PBNU: Indonesia Darurat Terorisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi damai di depan trotoar TKP peledakan bom Jl. MH Thamrin, Jakarta, 16 Januari 2016. Warga menyerukan aksi

    Aksi damai di depan trotoar TKP peledakan bom Jl. MH Thamrin, Jakarta, 16 Januari 2016. Warga menyerukan aksi "Kami Tidak Takut" untuk menyikapi serangan teroris di Jakarta. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj menyatakan Indonesia sudah dalam keadaan darurat terorisme, radikalisme, dan narkoba. Ia mengimbau pemerintah dan seluruh masyarakat bersatu melawan ketiganya.

    "Menurut saya, negara kita sudah darurat terorisme, radikalisme, dan narkoba," kata Said dalam acara apel Kebinekaan Lintas Iman Bela Negara di Lapangan Banteng, Ahad, 17 Januari 2016.

    Said berujar, Indonesia sudah darurat terorisme dan radikalisme karena reformasi yang kebablasan. Menurut dia, ideologi dari luar negeri, termasuk Timur Tengah, begitu mudah masuk Indonesia. "Padahal aliran dari Timur Tengah tidak cocok dengan Indonesia," ucapnya.

    Dia menjelaskan, di Timur Tengah tidak ada ulama yang nasionalis dan tidak ada kaum nasionalis yang menjadi ulama, sehingga ideologi Timur Tengah tidak cocok dengan Indonesia. "Jadi bisa terjadi benturan yang sangat keras," tuturnya.

    Nahdlatul Ulama, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Persatuan Hindu Darma Indonesia, Wali Umat Budha Indonesia, dan Majelis Tinggi Masyarakat Konghucu Indonesia siang ini melakukan apel kebinekaan untuk menyatakan perang terhadap radikalisme, terorisme, dan narkoba di Lapangan Banteng. Acara ini dihadiri 15 ribu warga dari berbagai ormas keagamaan.

    ANANDA TERESIA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.