BaraJP Ikut Serukan #KamiTidakTakut Lawan Terorisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis membawa bunga dalam aksi Kami Tidak Takut di lokasi ledakan bom dan baku tembak di Sarinah, Jakarta, 15 Januari 2015. Aksi ini terbuka bagi warga dengan mengenakan kostum berwana putih. TEMPO/Frannoto

    Aktivis membawa bunga dalam aksi Kami Tidak Takut di lokasi ledakan bom dan baku tembak di Sarinah, Jakarta, 15 Januari 2015. Aksi ini terbuka bagi warga dengan mengenakan kostum berwana putih. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) mengutuk aksi para teroris yang mengebom beberapa lokasi di Jalan M.H. Thamrin pada 14 Januari kemarin, dengan ikut terlibat dalam gerakan #KamiTidakTakut di lokasi car free day pada Ahad, 17 Januari 2016. Menurut mereka, keyakinan apa pun tidak bisa dijadikan pijakan untuk membunuh.

    “#KamiTidakTakut menyatakan sikap agar terorisme enyah dari Bumi Pertiwi Indonesia. Bangsa ini cinta damai dan cinta kemanusiaan,” kata Ketua Bidang Sosial Dewan Pimpinan Pusat BaraJP Acmad Zaenal Efendi dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut Acmad, gerakan #KamiTidakTakut merupakan gerakan masyarakat yang menghargai hak-hak universal manusia sebagai ciptaan Tuhan. #KamiTidakTakut, menurut dia, juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menunjukkan eksistensinya melalui kejahatan. "Tetapi menyatakan kehadiran dirinya melalui karya-karya nyata," ujarnya.

    Acmad berujar, gerakan #KamiTidakTakut juga menyatakan bahwa aksi terorisme yang mengakibatkan terbunuhnya masyarakat yang tidak bersalah bukan merupakan sikap keberpihakan kepada keadilan dan kemanusiaan serta perlawanan terhadap kemiskinan. "#KamiTidakTakut mengingatkan, budaya bangsa ini adalah budaya cinta damai," katanya.

    Menurut Acmad, gerakan #KamiTidakTakut juga merupakan implemetasi dari sebuah kemerdekaan. "#KamiTidakTakut terhadap siapa pun yang merongrong kedaulatan nasional dalam bingkai NKRI. Inilah pilihan manusia merdeka. Jika kami diganggu, #KamiTidakTakut melawan dalam segala bentuk sesuai hukum," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.