Jero Wacik Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa korupsi dan pemerasan di Kemenbudpar dan Kementerian ESDM Jero Wacik melambaikan tangan sebelum menjalankan sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 3 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Terdakwa korupsi dan pemerasan di Kemenbudpar dan Kementerian ESDM Jero Wacik melambaikan tangan sebelum menjalankan sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 3 Desember 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Pariwisata dan ESDM, Jero Wacik, membantah semua dakwaan yang ditujukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada dirinya.

    "Menurut Ketua Pemakai Anggaran, kuitansi cukup sebagai bukti penggunaan Dana Operasional Menteri (DOM)," kata Jero Wacik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, 14 Januari 2016. Selama ini, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, tidak pernah meminta rincian penggunaan dana.

    Meski begitu, Jero mengakui memang tidak ada bukti apa pun saat Dana Operasional Menteri diambil. "Di ESDM beda, saya yang tanggung jawab," kata Jero menirukan ucapan Sekjen Kementerian ESDM saat ia menanyakan kuitansi penggunaan DOM.

    Jero mengatakan tidak pernah mendapat teguran dari Sekjen di Kementeriannya terkait dengan penggunaan DOM. Audit Badan Pemeriksa Keuangan pun tak pernah menyalahkan penggunaan DOM.

    Jero juga membantah menggunakan Dana Operasional Menteri untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. "Saya tidak pernah menggunakan DOM untuk kepentingan pribadi dan keluarga," katanya.

    Politikus Demokrat ini mengatakan DOM digunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan tugasnya sebagai menteri. Dalam dakwaan, ia disebut menggunakan DOM untuk keperluan pribadi, seperti pijat refleksi dan membeli karangan bunga. "Untuk keperluan pribadi, saya punya kas sendiri," kata Jero.

    Bantahan juga dilontarkannya saat Jaksa menyatakan Jero sempat membandingkan jumlah DOM di Kementerian Pariwisata yang sempat dia pimpin dan Kementerian ESDM. Jero mengatakan tidak pernah bertanya mengenai perbedaan jumlah DOM, terlebih menyebutkan besaran angka DOM.  

    Jero mengatakan baru mengetahui jumlah DOM di Kemenbudpar setelah terjerat kasus. Sedangkan jumlah DOM di Kementerian ESDM diketahuinya dari Sekjen ESDM.

    Jero Wacik didakwa menggunakan DOM tanpa memberikan bukti pertanggungjawaban yang sah. Selama menjabat Menteri Pariwisata dan ESDM, hanya lembar kuitansi yang menjadi bukti pertanggungjawaban penggunaan DOM.

    Jero Wacik juga didakwa menerima hadiah karena jabatannya sebagai Menteri ESDM pada November 2011 hingga Juli 2013. Jero menerima uang untuk keperluan pribadinya sebesar Rp 10,38 miliar.

    Selain itu, ia didakwa menerima hadiah untuk membiayai ulang tahunnya sendiri pada 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa. Biaya perayaan ulang tahun Jero sebesar Rp 349 juta. Biaya tersebut dibayar oleh Komisaris Utama PT Trinergi Mandiri Internasional Herman Arief Kusumo. Atas dakwaan tersebut, Jero terancam pidana sesuai dengan Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.



    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.