Terduga Teroris Ini Mantan Napi Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.COPekanbaru - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menyelidiki rekam jejak salah satu terduga teroris inisial YS, 29 tahun, yang tertangkap Detasemen Khusus 88, di Majenang, Cilacap, pada Jumat pekan lalu.

    YS merupakan warga Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Berdasarkan penelusuran dan penggalian informasi dari keluarga, YS adalah mantan narapidana kasus narkoba. "Dari informasi yang diperoleh, YS merupakan mantan napi narkoba di Pekanbaru," kata Wakil Kepala Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Besar Sugeng Putut Wicaksono kepada Tempo, Rabu, 23 Desember 2015.

    YS ditangkap pada Jumat pekan lalu pukul 13.00 WIB bersama dengan Iwan alias Koki. Iwan, asal Padang, diketahui merupakan perakit bom yang diduga berencana membuat bom di Bandung. Sebelum ditangkap, Iwan dan YS bertemu dengan Zaenal, 35 tahun, asal Sulawesi, di Tasikmalaya. Setelah menangkap Iwan Koki dan YS, polisi membekuk Zaenal yang diduga akan meledakkan bom bunuh diri di Jakarta di pengujung Desember ini.

    SIMAK:
    Densus 88 Selidiki Hubungan Jaringan Abu Jundi dengan ISIS
    Zaenal Diduga sebagai Pengantin Bom Malam Tahun Baru di Jakarta

    Menurut Putut, ketika YS dicokok, Densus 88 polisi langsung melakukan penyelidikan sesuai dengan data kartu tanda penduduk YS. "Dari data KTP, YS merupakan warga Pekanbaru," katanya.

    Polisi langsung mendatangi alamat rumah yang ada di KTP tersebut. Namun polisi hanya menemukan puing bangunan rumah milik YS di sana. "Rumahnya sudah tidak ada lagi." Tampaknya YS sudah lama pindah rumah, meninggalkan Pekanbaru. Polisi kemudian menggali informasi dari keluarga terdekat dan orang tua YS. 

    Detasemen 88 menangkap sembilan orang terduga teroris di sejumlah tempat, seperti Mojokerto, Ciamis, Majenang, dan Sukoharjo pada Kamis hingga Sabtu pekan lalu. Lima orang di antaranya diduga terlibat jaringan radikal ISIS, sedangkan empat lainnya jaringan Jamaah Islamyah. Polri menduga kelompok tersebut tengah bersiap melakukan aksi teror pada akhir Desember 2015.

    Kepolisian Daerah Riau mengerahkan 2.740 personel untuk pengamanan Hari Natal dan Tahun Baru 2016. Penjagaan diperketat di seluruh rumah ibadah gereja dan pusat keramaian. "Pengamanan diperketat di gereja dan tempat keramaian," kata Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigadir Jenderal Dolly Bambang Hermawan.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.