Fatwa Natal Dipelintir, Ini Kata PBNU  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menyelesaikan pembuatan boneka salju berbahan coklat sebagai hiasan Natal di Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 2015. ANTARA/Maulana Surya

    Karyawan menyelesaikan pembuatan boneka salju berbahan coklat sebagai hiasan Natal di Solo, Jawa Tengah, 16 Desember 2015. ANTARA/Maulana Surya

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ahmad Helmy Faishal Zaini membantah kabar yang menyatakan larangan PBNU bagi umat Islam untuk memberikan selamat hari raya Natal. Menurut dia, informasi yang beredar luas lewat media sosial itu palsu. “PBNU tak pernah melarang umat beragama menyatakan selamat atas perayaan hari besar agama,” katanya.

    Baca: Ketua PBNU Ucapkan Selamat Natal

    Helmy menjelaskan, kabar larangan mengucapkan selamat memaksanya mengecek sumber informasi dari Rois Aam PBNU, KH Ma'ruf Amin. Dari Maruf ia mengetahui larangan itu tak pernah ada. Jika umat Kristiani menyampaikan selamat hari Idul Fitri, “sebaiknya umat Islam menyampaikan ucapan selamat kepada umat Kristiani atau pemeluk agama lain,” ujarnya.

    Menurut Helmi, ucapan selamat hari raya kepada orang yang berbeda agama layak dibudayakan. Sebab, perilaku itu merupakan wujud tanggung jawab dan menjadi cerminan bagi tolerasi antarumat beragama. Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad adalah bagian dari toleransi beragama. “Kami meminta aparat menindak pihak yang menebarkan fitnah dan adu domba lewat isu ini,” kata Helmy.

    RIKY FERDIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.