Komisi Hukum Pilih 5 Pimpinan KPK Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas (kedua kiri) dan Laode Muhammad Syarif (kiri) berfoto bersama sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Desember 2015. Komisi III DPR menggelar proses uji kepatutan dan kelayakan empat dari 10 Capim KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas (kedua kiri) dan Laode Muhammad Syarif (kiri) berfoto bersama sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK bersama Komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 16 Desember 2015. Komisi III DPR menggelar proses uji kepatutan dan kelayakan empat dari 10 Capim KPK. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Benny Kabur Harman mengatakan anggotanya akan memilih lima pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut dia, lima nama itu paling lambat keluar besok, Kamis,  17 Desember 2015.

    "Pemilihan capim KPK definitif malam ini dan paling lambat besok," kata Benny di Kompleks Parlemen, Rabu, 16 Desember 2015. Namun saat ditanya siapa kandidat yang dia jagokan, Benny enggan membocorkannya. "Belum ada. Tunggu aja "

    Anggota Komisi Hukum dari Fraksi Gerindra, Wenny Warrouw, juga enggan membocorkan kandidat yang ia pilih nanti. Menurut dia, pilihannya akan diputuskan setelah merampungkan uji kelayakan dan kepatutan terhadap dua calon yang tersisa, yakni Busyro Muqoddas dan Laode Muhammad Syarief. "Masih terlalu jauh. Kalau 10 itu sudah diselesaikan, akan saya jawab."

    Wenny tak terlalu mempersoalkan tak adanya unsur kejaksaan dari 10 calon saat ini. Dia menganggap itu semua kesalahan panitia seleksi. Yang terpenting, kata dia, nantinya calon yang terpilih harus belajar teknik dan taktik penuntutan. "Kalau dilihat dari cacat formal aja, dari delapan calon itu tinggal empat," ujarnya.

    Anggota Komisi Hukum dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, I Putu Sudiartana, mengaku belum memutuskan memilih siapa. Menurut dia, nanti akan diputuskan dalam rapat fraksi.

    Dari calon-calon yang sudah menjalani uji kelayakan sejak dua hari lalu, Putu menilai hampir semua memiliki kelayakan dan keahlian di bidangnya. Dia mencontohkan Agus Rahardjo yang ahli di bidang pengadaan barang dan jasa. "Yang lain ahli di perpajakan, satu di bidang pidana. Tinggal lagi melihat dua, memilih yang bagus di antara yang bagus," ujarnya.

    Dia memastikan nanti akan terpilih lima pemimpin. Padahal, sebelumnya, Komisi Hukum mempersoalkan banyaknya calon yang dianggap tidak sesuai dengan undang-undang tentang KPK.

    "Tidak harus tamatan hukum. Kalau kata Pak Johan Budi yang penting paham hukum. Tapi kan banyak kalangan yang mengkritisi karena ini penegakan hukum, jadi harus ngerti hukum," kata Putu.

    Ada 10 calon pemimpin KPK yang ikut uji kelayakan dan kepatuhan di Komisi Hukum sejak 2 hari lalu. Mereka adalah Sujanarko, Saut Situmorang, Alexander Marwatta, dan Johan Budi Sapto Pribowo pada hari pertama. Keesokan harinya, Komisi Hukum menguji Surya Tjandra, Robby Arya Brata, dan Inspektur Jenderal Basaria Panjaitan. Pada hari terakhir, ada Agus Rahardjo, Busyro Muqoddas, dan Laode Muhammad Syarief.



    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.