Jika Menjadi Wali Kota Lagi, Ini yang Dilakukan Risma  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Walikota Surabaya no urut 2 Tri Rismaharini menunjukkan surat suara usai mencoblos pada Pilkada serentak di TPS 1 Taman Pondok Indah, Kelurahan Jajar Tunggal, Wiyung, Surabaya, 9 Desember 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Calon Walikota Surabaya no urut 2 Tri Rismaharini menunjukkan surat suara usai mencoblos pada Pilkada serentak di TPS 1 Taman Pondok Indah, Kelurahan Jajar Tunggal, Wiyung, Surabaya, 9 Desember 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tri Rismaharini, calon Wali Kota Surabaya periode 2015-2020, mengatakan, jika dirinya terpilih kembali menjadi Wali Kota Surabaya, ia akan lebih banyak turun ke warga.

    “Kemarin sudah terbagi di infrastruktur dan lainnya. Nanti rencananya lebih banyak turun ke warga untuk mendorong semangat bangkit mereka,” ujarnya saat berkunjung ke kantor Tempo di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2015. Berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei, Risma unggul 80 persen lebih atas pesaingnya, Rasiyo, dalam pemilihan kepala daerah 9 Desember lalu.

    Untuk menanggulangi masalah kemacetan kota Surabaya warga akan difasilitasi dengan angkutan massal jenis trem. Proyek pembangunan trem ini, menurut Risma, pembiayaan pembangunannya akan disokong penuh oleh anggaran pendapatan dan belanja negara. “Trem rencananya tahun 2017. Tendernya dari pemerintah pusat. Pemerintah kota hanya supporting dan subsidi tarif nantinya,” ujarnya.

    Rel untuk trem akan menggunakan jalan yang saat ini dipakai mobil. Menurut Risma, warga yang tidak ingin mengalami kemacetan, harus menggunakan angkutan umum. Untuk mengurangi kemacetan, pemerintah akan mengenakan tarif parkir mahal dan meniadakan parkir on street.

    Diperkirakan trem ini akan mampu mengangkut sekitar 700 ribu penumpang setiap harinya. Jalur yang dilalui trem juga akan terhubung dengan angkutan umum, pasar tradisional, mal, dan pusat-pusat hiburan lain. Bahkan beberapa pihak pusat perbelanjaan menyetujui untuk membantu membangun transit area angkutan umum yang berintegerasi dengan trem.

    Risma juga akan meremajakan angkutan kota dengan minibus ber-AC. "Nanti kami akan berikan subsidi untuk angkutan umum ini," katanya. Ia memperkirakan pemerintah Surabaya akan mengeluarkan subsidi Rp 300 miliar per tahun.

    "Agar penumpang angkutan umum merasa nyaman, sehingga warga tidak lagi menggunakan angkutan pribadi," katanya. Tiket angkutan umum ini nantinya terintegrasi dengan trem. "Penumpang trem bisa naik angkutan umum tanpa biaya tambahan, asalkan masih dalam waktu satu jam," katanya.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.