Minggu, 22 September 2019

Slamet Effendy Yusuf Wasiatkan Agar Cucunya Dipesantrenkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Slamet Effendy Yusuf meminta untuk difoto seorang diri saat acara Lembaga Kajian MPR yang ia hadiri di Bandung sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya,  2 Desember 2015. Foto: WhatsApp Grup PBNU

    Slamet Effendy Yusuf meminta untuk difoto seorang diri saat acara Lembaga Kajian MPR yang ia hadiri di Bandung sesaat sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, 2 Desember 2015. Foto: WhatsApp Grup PBNU

    TEMPO.CO, Jakarta - Menantu almarhum Slamet Effendy Yusuf, Anggun, mengatakan jauh sebelum meninggal, mertuanya berpesan agar cucunya dididik di pesantren. "Beliau berwasiat agar cucu-cucunya dipesantrenkan," kata Anggun saat ditemui Tempo di rumah duka di Citra Grand Blok H No. 4 Castile Garden Cibubur, Bogor, Kamis, 3 Desember 2015.

    Tidak hanya itu, istri dari Syarif Hidayatullah Zaki, anak kedua Slamet, itu mengatakan, sebelum meninggal almarhum juga berpesan agar dikebumikan di kompleks pondok pesantren milik keluarganya di Purwokerto. "Beliau ingin dikuburkan di pesantren biar banyak didoain dan diziarahin sama santri," ucapnya.

    Slamet pernah menjabat anggota MPR periode 1988-1993 dan anggota DPR periode 1992-2009 dari Partai Golkar. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPP Golkar. Ia juga sempat menjabat Ketua PBNU periode 2010-2015 dan Ketua MUI pada periode 2009-2014.
    Selain itu, Slamet menjabat Wakil Ketua Umum PBNU periode 2015-2020 dan Wakil Ketua Umum MUI periode 2015-2020.

    Slamet Effendy Yusuf meninggal di Bandung pada Rabu malam, 2 Desember 2015. Sebelumnya, ia sempat mengikuti rangkaian acara Lembaga Kajian MPR di Hotel Ibis, Bandung.

    Jenazah akan dimakamkan di Purwokerto, Jawa Tengah, di Kompleks Pemakaman Keluarga, di Pesantren Al Azhari, Lesaman, Ajibarang, Purwokerto.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe