Ini Penyebab Kepulauan Riau Jadi Surga Penyelundup Beras

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gudang Bulog/stok beras. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi gudang Bulog/stok beras. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Sub Direktorat Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Prijo Andono, mengatakan, Kepulauan Riau selalu menjadi daerah dengan kasus penyelundupan beras tertinggi. "Dari 47 kasus yang kami himpun pada September 2015, sebanyak 33 kasus berada di daerah Kepulauan Riau," katanya saat menghadiri acara Sosialisasi Perlindungan Konsumen dan Penyelundupan Komoditi Beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu, 18 November 2015.

    Ia menilai penyelundupan di Kepulauan Riau lebih mudah dilakukan karena banyaknya pelabuhan tradisional yang tersebar di sana. Untuk itu diharapkan adanya sinergi antarlembaga pemerintah untuk menjaga pelabuhan tradisional dan daerah perbatasan. "Ini sangat penting karena minimnya jumlah anggota Bea Cukai," kata Prijo.

    Prijo berujar, kasus penyelundupan beras selalu meningkat setiap tahunnya, terutama selama tiga tahun terakhir. Ia menyebutkan kenaikan angka kasus pada 2013 berjumlah 37 kasus dan 2014 berjumlah 38 kasus, sedangkan untuk tahun ini hingga September 2015 sudah ada 47 kasus. "Peningkatannya dari tahun ke tahun cukup tinggi."

    Menurut Prijo, selama tiga tahun terakhir Bea Cukai sudah menindak 122 kasus penyelundupan beras. Dari 122 kasus tersebut, 51 kasus berada Kepulauan Riau. Sisanya Batam 31 kasus, Tanjung Balai Karimun 4 kasus, Sumatera Barat 1 kasus, Aceh 8 kasus, Entikong 4 kasus, Bandung 1 kasus, Dumai 8 kasus, Jambi 2 kasus, Tanjung Pinang 5 kasus, Tembilahan 4 kasus, dan Tanjung Priok 1 kasus.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.