Kapal Ro-Ro Karam, Syahbandar Temukan Perbedaan Manifes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • remacle.org

    remacle.org

    TEMPO.CO, Surabaya - Syahbandar Tanjung Perak Surabaya menemukan adanya perbedaan manifes pada penumpang kapal Roll On-Roll Off (RoRo), KM Wihan Sejahtera, yang tenggelam di perairan dekat Terminal Teluk Lamong, kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Senin 16 November 2015. Perbedaan manifes itu ditemukan pada data pemilik kapal dengan jumlah penumpang yang ada saat itu.

    "Di manifest tercatat ada 153 penumpang, tapi jumlah penumpang yang ada di kapal itu sekitar 212 orang yang terdiri dari 179 penumpang dan 25 ABK (anak buah kapal)," kata Kepala Syahbandar Tanjung Perak, Surabaya, Rudiana kepada wartawan di kantornya, Selasa, 17 November 2015.

    Menurut Rudiana, KM Wihan Sejahtera itu bermuatan sekitar 500 penumpang, namun yang menjadi masalah perbedaan manifes yang dimiliki pemilik kapal dengan jumlah penumpangnya. Sedangkan berdasarkan temuan sementara, penumpang itu bertambah karena banyaknya sopir truk yang membawa kernet dengan tanpa membeli tiket.

    “Hasil pemeriksaan sementara kami seperti itu,” kata Rudiana.

    Sementara itu, untuk mengetahui penyebab kecelakaan kapal itu, pihak Syahbandar masih menunggu penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), yang sudah diinvestigasi sejak pagi ini, Selasa, 17 November 2015.

    “Jadi, untuk sementara ini, kami masih menunggu hasil pemeriksaan mereka,” kata Rudiana.

    Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT, Kapten Aldrin Dalimunte mengatakan investigasi pada tenggelamnya kapal itu membutuhkan waktu mulai tiga hari sampai empat bulan ke depan. Alasannya, mereka masih ingin mengumpulkan data-data dan barang bukti untuk menganalisa tenggelamnya kapal tersebut, sehingga sampai saat ini belum bisa menyimpulkan penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

    Sebelumnya, sebuah kapal Roll On-Roll Off (RoRo), KM Wihan Sejahtera, tenggelam di perairan dekat Terminal Teluk Lamong, kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Senin pagi 16 November 2015. Kapal yang mengangkut barang dan sekitar 100 penumpang tersebut hendak bertolak dari Surabaya menuju Labuhan Bajo, Ende, Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, para penumpang mengalami luka ringan hingga berat atau parah, bahkan ada tiga penumpang yang harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit PHC Perak Surabaya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.