Masuki Musim Hujan, Pemprov DKI Bentuk Kampung Siaga Banjir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk kampung siaga banjir yang tersebar di lima wilayah ibukota untuk menghadapi bencana banjir yang terjadi pada musim hujan kali ini.

    "Salah satu persiapan Pemprov DKI dalam menghadapi banjir, yaitu dengan keberadaan kampung siaga banjir. Maka dari itu, kami siap hadapi banjir," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.

    Menurut pria yang lebih sering disapa Ahok sehari-hari itu, kampung siaga banjir tersebut berfungsi sebagai tempat pengungsian bagi warga yang tempat tinggalnya terendam banjir.

    "Selain sebagai tempat pengungsian, kampung-kampung siaga banjir itu juga dapat digunakan sebagai tempat penyaluran bantuan logistik untuk warga yang menjadi korban banjir," ujar Ahok.

    Di sisi lain, mantan Bupati Belitung Timur itu mengungkapkan untuk mengatasi permasalahan banjir di Jakarta yang kerap terjadi selama musim hujan, maka seluruh sungai harus dipasangi turap atau sheet pile serta dilakukan normalisasi.

    "Oleh karena itu, warga yang tinggal di bantaran sungai harus bersedia direlokasi, sehingga pekerjaan pemasangan sheet pile serta normalisasi sungai dapat berjalan lancar dan cepat selesai," ungkap Ahok.

    Berdasarkan data dari Dinas Sosial DKI Jakarta, saat ini sudah ada 30 kampung siaga banjir yang dibentuk di lima wilayah Jakarta. Sebanyak empat kampung siaga banjir berada di Jakarta Pusat, yaitu Kelurahan Kemayoran, Petamboran, Karet Tengsin dan Serdang.

    Kemudian, delapan kampung di Jakarta Selatan, yakni Kelurahan Pondok Labu, Petogogan, Bangka, Pengadegan, Pejaten Timur, Ulujami, Pondok Pinang dan Bukit Duri. Di Jakarta Timur sebanyak lima kampung, antara lain Kelurahan Kampung Dukuh, Rawa Terate, Cawang, Cipinang Melayu dan Kampung Melayu.

    Lalu, di Jakarta Barat ada enam kampung, yaitu Kelurahan Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kapuk, Tegal Alur, Pekojan dan Wijaya Kusuma. Sebanyak tujuh kampung dibentuk di Jakarta Utara, yakni Kelurahan Marunda, Pademangan Timur, Penjaringan, Pejagalan, Kapuk Muara, Kamal Muara dan Pademangan Barat.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.