Kasus Crane Pelindo, RJ Lino Siap Diperiksa Bareskrim Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II, Richard Joost Lino bersiap mengikuti rapat dengan Panitia Kerja Pelindo II Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, 16 September 2015. Rapat tersebut membahas perkembangan kasus hukum dugaan korupsi crane di Pelindo II. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II, Richard Joost Lino bersiap mengikuti rapat dengan Panitia Kerja Pelindo II Komisi VI DPR RI di Senayan, Jakarta, 16 September 2015. Rapat tersebut membahas perkembangan kasus hukum dugaan korupsi crane di Pelindo II. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino akan memenuhi undangan penyidik Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI sebagai saksi perkara dugaan korupsi pengadaan sepuluh mobile crane di badan usaha milik negara itu, Senin, 9 November 2015.

    "Pak Lino datang sekitar pukul 09.00 WIB," kata Rudi Kabunang, pengacara RJ Lino, saat dihubungi wartawan.

    Mengenai materi pemeriksaan, Rudi enggan menerka-nerka apa yang akan dikonfirmasi penyidik kepada kliennya tersebut. Menurut dia, pihaknya menyerahkan kasus tersebut ke kepolisian. "Nanti saja dilihat seperti apa pemeriksaannya," ucap Rudi.

    Ini merupakan panggilan kedua untuk Lino setelah pada pemanggilan Senin, 2 November 2015, tak hadir lantaran keberatan terhadap surat pemanggilan. Penyidik menganggap ketidakhadiran itu sebagai mangkir.

    Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi sepuluh mobile crane disidik sejak Agustus lalu. Temuan penyidik, pengadaan mobile crane diduga tak sesuai dengan perencanaan sehingga menyebabkan kerugian negara. Pengadaan itu pun diduga diwarnai penggelembungan anggaran.

    Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 45 saksi. Para saksi tersebut rata-rata merupakan karyawan Pelindo. Atas kasus itu, penyidik sudah menetapkan Direktur Teknik Pelindo Ferialdy Noerlan sebagai tersangka.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.