Menteri Agama: Jemaah Haji yang Wafat Tahun ini Tertinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin memukul gong pertanda membuka Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Ancol, Jakarta Utara, 3 November 2015. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin memukul gong pertanda membuka Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Ancol, Jakarta Utara, 3 November 2015. TEMPO/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan jemaah haji yang wafat tahun ini terdiri atas 676 orang. "Sebanyak 38 calon haji wafat di embarkasi (Tanah Air) dan 638 anggota jemaah haji wafat di Arab Saudi, baik di Madinah, Mekah, dan Jeddah," ucap Lukman di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Selasa, 3 November 2015.

    Jumlah itu, menurut Lukman, termasuk 12 korban jatuhnya crane dan 124 korban dalam peristiwa di Mina. "Ini angka yang tertinggi dibanding tahun-tahun lalu," ujar Lukman.

    Lukman menuturkan seluruh jemaah haji diasuransikan. Anggota jemaah yang meninggal wajar atau biasa mendapat santunan Rp 18,5 juta. Sedangkan yang wafat karena kecelakaan diberi santunan Rp 38 juta. "Sekarang sedang diproses. Sudah ada 93 jiwa yang sudah dicairkan. Sisanya sedang diproses," katanya.

    Peningkatan jumlah anggota jemaah yang meninggal ini, menurut Lukman, dipengaruhi anggota yang memiliki penyakit berisiko tinggi. "Dalam pikiran saya, lansia tidak masalah (berhaji) selama sehat. Yang problem adalah yang berisiko tinggi," ucap Lukman. "Jadi, demi menjaga keselamatan jiwa yang bersangkutan, sebaiknya ditunda."

    Lukman menganjurkan agar calon anggota jemaah dengan risiko tinggi menunda keberangkatannya. "Supaya tidak menjadi beban petugas kesehatan yang jumlahnya memang terbatas," ujar Lukman.

    Ia menuturkan calon anggota jemaah dengan risiko tinggi akan diberikan kesempatan dua kali musim haji ke depan. Mereka diminta menjaga kesehatannya hingga bisa menjalankan ibadah haji.

    Apalagi, menurut Lukman, kondisi di lokasi ibadah haji berbahaya bagi yang berisiko tinggi karena sangat banyak orang dan suhu udara yang sangat panas. Lukman mengaku sudah berbicara dengan tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan mereka mengerti. Langkah berikutnya, Kementerian Agama akan meminta Kementerian Kesehatan menetapkan kategori anggota jemaah berisiko tinggi.

    Pemerintah mengevaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini lebih awal. Alasannya, untuk perbaikan pelayanan pada penyelenggaraan tahun depan. Rapat Kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2015 digelar Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama.

    Bertempat di Mercure Hotel, Ancol, Jakarta Utara, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni sejak Selasa hingga Kamis, 3-5 November 2015. Kementerian Agama mengangkat tema "Sukses Haji dengan Kebersamaan".

    REZKI ALVIONITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.