DPR Minta Jokowi Larang Penanaman Sawit di Lahan Terbakar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI memadamkan api yang masih muncul dibekas pohon yang terbakar diarea pekebunan kelapa sawit di desa Padamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 12 September 2015. Sebanya 1.000 anggita TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan. REUTERS/Beawiharta

    Anggota TNI memadamkan api yang masih muncul dibekas pohon yang terbakar diarea pekebunan kelapa sawit di desa Padamaran, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, 12 September 2015. Sebanya 1.000 anggita TNI dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Sosial Dewan Perwakilan Rakyat Saleh Partaonan Daulay mendesak Presiden Joko Widodo menerbitkan aturan yang melarang penanaman kebun sawit di atas lahan dan hutan yang terbakar. "Kebijakan ini penting sebagai langkah preventif agar kebakaran hutan dan kabut asap tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang," kata Saleh, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Menurut Saleh, larangan membangun kebun sawit merupakan upaya untuk menekan laju kebakaran hutan. Sebab, kebakaran yang terjadi saat ini merupakan perbuatan yang disengaja untuk memperluas wilayah perkebunan dan kepentingan bisnis. Aksi itu juga berdampak langsung pada kerugian keuangan negara. "Seluruh lahan terbakar mesti dikembalikan status pengelolaannya kepada negara," kata Saleh.

    Kejadian itu tak hanya berdampak pada kerugian negara. Kabut asap juga berdampak secara sosial dan meluas ke daerah yang tidak terjadi kebakaran. Dari hasil peninjauan, kata Saleh, beberapa daerah seperti Tapanuli bagian selatan, memperlihatkan kondisi kabut yang sama dengan daerah sumber kebakaran. "Asap telah menjadi bencana bagi masyarakat luas. Bahkan, bagi masyarakat yang tinggal jauh dari lokasi," ujar dia.

    Baca: Tiga Perempat Indonesia tertutup Asap, Termasuk Jakarta

    Senada dengan Saleh, Wakil Ketua Komisi Kehutanan Firman Soebagyo juga mensinyalir kebakaran hutan tahun ini merupakan usaha yang sistemik. Ia menilai ada keterlibatan beberapa pihak untuk memprovokasi terjadinya kebakaran hutan ini. "Hingga saat ini upaya pemadaman kebakaran nampaknya belum menghasilkan hasil yang memuaskan. Korban ISPA juga sudah mulai berjatuhan," katanya.

    Jutaan penduduk dihantui ancaman penyakit infeksi saluran pernapasan atas akibat kebakaran lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan. Wilayah yang terpapar asap bahkan sudah mencakup sepertiga luas wilayah Indonesia dan menjangkau wilayah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Upaya pemadaman yang turut diperbantukan sejumlah negara sahabat itu belum membuahkan hasil yang memuaskan.

    MAWARDAH NUR HANIFIYANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.