Survei CSIS: Publik Puas Kinerja Rizal Ramli, Kedua Puan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Menko Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta, 13 Oktober 2015. Rapat ini membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dalam RAPBN TA 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    (kiri-kanan) Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dan Menko Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Gedung Nusantara II, Jakarta, 13 Oktober 2015. Rapat ini membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dalam RAPBN TA 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terkait kepuasan publik terhadap kinerja Menteri Koordinator dalam satu tahun pemerintahan Jokowi-JK. Berdasarkan survei tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli, mendapatkan tingkat kepuasan paling tinggi, yaitu sebanyak 61,3 persen.

    Posisi kedua setelah Rizal Ramli adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, dengan tingkat kepuasan publik sebanyak 50 persen, tidak puas 45,5 persen, dan tidak tahu 4,5 persen. Posisi Puan mengalahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

    Ketua Departemen Politik dan Hubungan International Lembaga Survei CSIS, Philips Jusario Vermonte, mengatakan tingginya tingkat kepuasan untuk Puan Maharani karena beban Menko bisa dibagi kepada menteri-menteri di bawahnya. Sementara terkait rendahnya kepuasan publik terhadap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, karena masyarakat belum merasakan perbaikan ekonomi.

    "Masyarakat belum merasakan dampak langsung, karena harga kebutuhan masih tinggi, sehingga kinerja yang dilakukan belum menyentuh mereka secara langsung," kata Philips dalam acara konferensi hasil survei nasional CSIS, di Senayan, Jakarta, Ahad, 25 Oktober 2015.

    Dari survei yang dilakukan, CSIS mengambil populasi seluruh warga Indonesia yang telah mempunyai hak pilih dalam pemilu atau telah berusia 17 tahun ke atas, dengan sample diambil secara acak sebanyak 1.183 orang yang tersebar secara proporsional di 34 Provinsi di Indonesia, dimana pengumpulan data dilakukan dari tanggal 14 hingga 21 Oktober 2015 melalui wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner terstruktur.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?