Hasil Survei, Publik Tak Puas Kinerja Menko Perekonomian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, melakukan Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di  Jakarta, 15 Oktober 2015. Ia menilai banyak pihak yang merasa bingung dan kurang mengerti esensi isi paket kebijakan tersebut. TEMPO/Subekti.

    Menko Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, melakukan Sosialisasi Paket Kebijakan Ekonomi di Jakarta, 15 Oktober 2015. Ia menilai banyak pihak yang merasa bingung dan kurang mengerti esensi isi paket kebijakan tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Departemen Politik dan Hubungan International Lembaga Survei CSIS (Centre for Strategic and International Studies), Arya Fernandes, mengatakan selama 1 tahun pemerintahan Jokowi-JK, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mendapat penilaian kinerja terburuk dari publik.

    "Menko Perekonomian hanya 26,6 persen mengatakan puas, sebanyak 71,0 persen tidak puas dan 2,4 menyatakan tidak tahu" kata Arya dalam acara Konferensi Pers rilis hasil survei nasional CSIS setahun pasca Pilpres 2014 di Senayan, Ahad, 25 Oktober 2015.

    Dalam survei tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution, disandingkan dengan tiga menteri koordinator lainnya yaitu Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, dan Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli. Dari keempat Menko tersebut, Rizal Ramli mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi yaitu 61,3 persen, tidak puas 32 persen, dan tidak tahu 6,5 persen.

    Menurut Ketua Departemen Politik dan Hubungan International Lembaga Survei CSIS, Philips Jusario Vermonte tingkat kepuasan publik terhadap Menko Perekonomian rendah karena masyarakat menilai kinerja berdasarkan dampak yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. "Masyarakat merasakan dampak langsung dimana harga kebutuhan masih tinggi, sehingga kinerja yang dilakukan belum menyentuh mereka secara langsung," kata Philips.

    Dari survei yang dilakukan, CSIS mengambil populasi seluruh warga Indonesia yang telah mempunyai hak pilih dalam pemilu atau telah berusia 17 tahun ke atas, dengan sample diambil secara acak sebanyak 1.183 orang yang tersebar secara proporsional di 34 Provinsi di Indonesia, dimana pengumpulan data dilakukan dari tanggal 14 hingga 21 Oktober 2015 melalui wawancara tatap muka dan menggunakan kuesioner terstruktur.

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.