Indonesia Awas Bencana: Habis Asap, Terbitlah Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. TEMPO/Riyan Nofitra

    Kabut asap pekat menyelimuti perkantoran di Pekanbaru, Riau, 23 Oktober 2015. Asap pekat yang menguning membuat aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru lumpuh. TEMPO/Riyan Nofitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah kebakaran lahan dan kabut asap, Indonesia berisiko mengalami bencana banjir lantaran amblesnya lahan gambut.

    I Nyoman Suryadiputra, Direktur Wetlands Internasional Indonesia, mengatakan Indonesia harus mengantisipasi bencana berikutnya setelah kebakaran lahan dan hutan berakhir seiring dimulainya musim hujan. "Tadi kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa harus siap untuk mengantisipasi bencana berikutnya. Setelah kebakaran akan timbul masalah banjir," katanya di kantor Presiden, Jumat, 23 Oktober 2015.

    Menurut dia, banjir disebabkan amblesnya lahan gambut tebal lantaran terbakar. Penurunan tersebut diproyeksi bisa mencapai 2 meter pada gambut dalam. "Kita ini berpacu, gambut yang semakin hancur dengan air laut yang semakin naik. Kita tidak hanya mengalami bencana lingkungan yang parah, tapi juga bencana kemanusiaan," ujarnya.

    Nyoman menegaskan, salah satu solusi untuk memperbaiki kondisi lahan gambut yang mengering akibat kanalisasi adalah menghentikan pembangunan kanal drainase. "Cikal bakal bencana ini adalah dibangunnya kanal, karena kanal air gambut dibuang. Sama-sama kita akan menyekat, diblok dengan beberapa sekat dalam satu kanal, sehingga gambut akan basah. Ke depan, api bisa kita hindari," tuturnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.