Kebakaran Hutan di Riau Ancam Cagar Biosfer Giam Siak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Api membakar kebun akasia konsesi PT Arara Abadi dari Sinar Mas Group yang berbatasan dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau (6/3). ANTARA/FB Anggoro

    Api membakar kebun akasia konsesi PT Arara Abadi dari Sinar Mas Group yang berbatasan dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau (6/3). ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau mulai mengancam suaka margasatwa Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Api yang melahap lahan seluas 5 hektare di Di Desa Sungai Linau, Kecamatan Siak Kecil mulai merembet mendekati tegakan hutan di zona penyangga Giam Siak Kecil.

    "Kepala api sudah hampir masuk Cagar Biosfer," kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Badan Penanganggulangan Bencana Daerah Damkar, Bengkalis, Suiswantoro, saat dihubungi Tempo, Kamis, 22 Oktober 2015.

    Menurut Suiswantoro, petugas pemadam kebakaran sebanyak 30 personil dibantu tentara dan polisi terus berjibaku memadamkan api. Namun sudah memasuki hari kelima api belum dapat dijinakkan lantaran lokasi titik api sulit dijangkau. Terlebih petugas pemadam kesulitan mencari sumber air untuk padamkan api. "Ada embung dekat desa, tapi jaraknya 10 kilometer dari lokasi kebakaran," katanya.

    Suiswantoro menduga kebakaran di dekat Cagar Biosfer tersebut sudah terjadi jauh sebelum tim pemadam tiba lima hari lalu. Pihak desa Sungai Linau atau Bandar Jaya kurang kesadaran memberikan laporan kepada BPBD Damkar saat terjadi kebakaran. Alhasil, kebakaran terus meluas. "Kepala api sulit dijangkau, sudah mendekati kaki hutan Biosfer," jelasnya.

    Suiswantoro melihat kebakaran lahan di Desa Sungai Linau tersebut unsur kesengajaan pembersihan lahan untuk perkebunan sawit. Sebab kata dia, kebakaran lahan terus terjadi setiap tahun di daerah tersebut. Dugaan itu diperkuat setip kali api padam lahan yang hangus terbakar itu telah ditanami pohon kelapa sawit.

    "Kami tidak bisa memberikan tindakan dan pengawasan, tugas kami hanya pemadaman. Namun kami selalu laporkan temuan itu kepada pemerintah," dia mengaku.

    Selain itu kata Suiswantoro, kebakaran lahan juga terjadi di Kecamatan Bantan seluas 2.000 meter persegi. "Sudah berhasil dipadamkan," katanya.

    Menurut Suiswantoro, kondisi cuaca di Bengkalis turut memburuk akibat gangguan kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan. Jarak pandang di perairan Bengkalis hanya 100 meter. Kabut asap yang kian pekat membuat pemerintah setempat meliburkan seluruh sekolah semua tingkatan.

    Cagar Biosfer Giam Siak Kecil merupakan satu dari tujuh cagar biosfer yang ada di Indonesia. Hutan ini terletak di dua wilayah pemerintahan, yaitu Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

    Hutan rawa gambut Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil memiliki luas 84.967 hektare, sementara Suaka Margasatwa Bukit Batu berluas 21.500 hektare. Keduanya merupakan bagian dari eco-region hutan Sumatera yang dapat tergabung menjadi sebuah kawasan konservasi dengan areal inti cagar biosfer seluas 178.722 hektare.

    Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dikukuhkan dalam sidang UNESCO di Jeju, Korea Selatan, 26 Mei 2009. Cagar biosfer merupakan satu-satunya konsep kawasan konservasi dan budidaya lingkungan yang diakui secara internasional.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.