Ini Syarat Gubernur Papua Penuhi Permintaan TPN/OPM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe. TEMPO/Subekti

    Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jayapura -Gubernur Papua Lukas Enembe berdialog dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM)  saat menghadiri undangan perayaan hari ulang tahun (HUT)  ke-19 Kabupaten Puncak Jaya di Mulia pada Senin, 12 Oktober 2015.  

    "Iya, pada saat HUT di Kabupaten Puncak Jaya, Senin (12/10) Gubernur Lukas Enembe didampingi Forkompida (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Papua berdialog dengan kelompok TPN/OPM dari wilayah itu," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Selasa, 13 Oktober 2015. 

    Dalam dialog dengan tersebut, kata Pangdam Siburian, TPN/OPM wilayah Puncak Jaya minta agar daerahnya ada sentuhan pembangunan dari pemerintah.

    "Intinya, kelompok tersebut minta kepada Gubernur Lukas Enembe disaksikan Forkompimda Papua dan Puncak Jaya, agar daerah dibangun sejajar dengan daerah lainnya di Papuan" katanya.

    Sekitar 350 orang TPN/OPM dari wilayah Distrik Kalome, Yambi, Tinggineri dan Tingginambut yang berdialog dengan Gubernur Lukas Enembe di lapangan alun-alun Kota Mulia.

    Pada momentum itu, kata Pangdam Siburian, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw dan dirinya juga ada di tempat itu ketika pimpinan TPN/OPM dari masing-masing wilayah di Puncak Jaya menyerahkan surat aspirasi kepada Gubernur Lukas Enembe.

    "Jadi selain permintaan secara lisan, mereka juga serahkan permintaan tertulis, yang pada dasarnya sama. Mereka meminta agar Pemerintah segera masuk membangun daerahnya," katanya.

    Gubernur Lukas Enembe, kata Pangdam Siburian, saat itu pun langsung mengatakan bahwa baik pemerintah daerah dan pusat akan segera melakukan pembangunan yang dimaksud, asalkan tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan di wilayah itu.

    "Termasuk Gubernur Lukas Enembe meminta agar kembalikan segera senjata milik TNI/POLRI yang dirampas. Dan pembangunan akan segera berjalan," kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian.

    Bupati Puncak Jaya Henok Ibu mengatakan rencananya tahun depan pemerintah setempat akan membuat proyek jalan sejauh 15 KM menuju markas Goliath Tabuni.

    "Jalan ini nantinya langsung masuk ke tempatnya Goliath di Bukit Lima Jari. Ini juga atas permintaan Goliath dan dia juga sudah meminta untuk wilayahnya dibangun jalan. Goliath sudah menyetujuinya untuk kita bangun jalan," katanya.

    Pembangunan jalan itu nantinya, sempat membuat Goliath Tabuni rasa khwatir jika jalan dibangun,  maka TNI akan masuk.

    "Tapi saya bilang tidak, kita ubah pola pikiran dia tentang pembangunan jalan termasuk tentang kekhawatirannya jika tentara masuk. Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian sudah tegaskan bahwa tidak ada operasi khusus untuk Goliath Tabuni dan kawan-kawan," katanya.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.