Malaysia dan Singapura Kesulitan Padamkan Kebakaran Hutan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim dari Singapura dan Malaysia sudah turun ke sejumlah lokasi kebakaran hutan di Indonesia untuk memadamkan api sejak pekan lalu. Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tim dari dua negara itu mengaku mengalami kesulitan dalam memadamkan kebakaran.

    "Tim dari Malaysia mengalami kesulitan karena banyaknya titik api. Tim dari Singapura juga mengalami kesulitan dan minta agar koordinatnya dipastikan untuk titik api yang ada," kata Sutopo di kompleks Istana, Senin, 12 Oktober 2015.

    Sutopo mengatakan Malaysia memberikan bantuan berupa helikopter Chinoox sementara Singapura mengirim helikopter Chinoox. Pesawat Malaysia sudah tiba sejak Jumat lalu sementara helikopter Singapura tiba Sabtu lalu. Pesawat Malaysia beroperasi selama lima hari dan Singapura selama 15 hari. Menurut dia, tim sudah ikut melakukan operasi pemadaman di wilayah air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. "Ini merupakan kawasan yang terbakar sangat luas, masih pekat, mengirim asap sampai ke wilayah Jambi dan Riau," katanya.

    Menurut dia, seluruh bantuan asing, termasuk pesawat dari Australia dipusatkan di Palembang, Sumatera Selatan. Bantuan asing ini, kata Sutopo, berada di bawah kendali BNPB sementara kendali operasional berada di bawah Komandan Lanud Palembang. "Jadi bantuan internasional semuanya akan dipusatkan di Sumatera Selatan, khususnya di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyusasin," katanya.

    Hingga saat ini, jumlah pesawat dan helikopter yang digunakan untuk pemadaman, baik dari bantuan internasional maupun dari lokal berjumlah sebelas awak. Masalah utama, kata Sutopo, adalah bagian dalam hutan yang masih mengeluarkan asap sangat pekat. "Padahal di permukaan biasanya sudah tidak ada lagi," katanya.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.