Atasi Bencana Asap, Australia Siap Kirim Pesawat Pemadam Api  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan ada perusahaan Malaysia yang diduga turut andil dalam pembakaran hutan di Indonesia. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan pemerintahnya berkeinginan membantu penanganan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia. Hal itu disampaikan Julie dalam siaran pers dari Kedutaan Australia di Jakarta yang diterima Tempo, Sabtu, 10 Oktober 2015.

    Menurut dia, pemerintah Australia telah menawarkan pengerahan L100, pesawat pemadam kebakaran, untuk memerangi kebakaran hutan yang serius di Indonesia. "Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada pemadam kebakaran New South Wales atas kesepakatan mereka mengerahkan pesawat untuk Indonesia," ujarnya.

    Julie mengatakan kebakaran dan asap telah menyebabkan kondisi yang berbahaya, paling tidak di enam provinsi di Indonesia. Lebih dari 135.000 warga negara Indonesia telah terdampak oleh penyakit pernafasan. "Kebakaran terus memburuk karena kondisi musim kering di seluruh wilayah Indonesia."

    Disebutkan, masyarakat Australia juga menghadapi ancaman kebakaran semak belukar pada saat ini. "Kami membantu negara tetangga sebagai bentuk solidaritas," kata Julie.

    Setidaknya lima negara bersedia membantu menangani kebakaran dan kabut asap yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan, yakni Australia, Malaysia, Singapura, Tiongkok, dan Rusia.

    ADI WARSIDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.