Ini Jam Terbang Pilot dan Kopilot Aviastar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Aviastar saat parkir di bandara perintis Aeropala, di Pulau Selayar, di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, 12 September 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Sebuah pesawat Aviastar saat parkir di bandara perintis Aeropala, di Pulau Selayar, di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, 12 September 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - General Manager Business Development and Commercial PT Aviastar Mandiri, Petrus Budi Praseyo, mengatakan bahwa pilot pembawa pesawat perusahaannya yang hilang kontak memiliki jam terbang cukup tinggi.

    "Pilot Kapten Roy Iriafriadi memiliki 2.911 jam terbang," kata Budi di kantor Aviastar, Ruko Sentra Niaga, Kalimalang, Jakarta Timur, Jumat, 2 Oktober 2015. Menurut dia, pilot itu sudah menerbangkan pesawat di perusahaannya sejak 2009 silam.

    Adapun, kopilotnya, Yudhistira Febby, juga tak kalah dengan pilotnya, malahan lebih tinggi yaitu 4.035 jam terbang. Menurut dia, dengan pengalaman jam terbang itu, baik pilot maupun kopilot sudah mempunyai bekal menerbangkan pesawat. "Mereka juga sudah menguasai wilayah," kata dia.

    Menurut dia, hingga saat ini pencarian terhadap pesawat Aviastar DHC6/PKBRM jurusan Masamba-Makassar, Sulawesi Selatan masih berlangsung. Sementara, keluarga penumpang juga telah datang ke posko yang dibuat di Makasar.

    Adapun, para penumpang dalam pesawat yang hilang kontak sejak siang waktu Indonesia tengah berjumlah 10 orang. Antara lain, tiga orang kru yaitu pilot, kopilot, dan teknisi, serta tujuh orang penumpang warga Makassar yang menggunakan jasa pesawat perintis tersebut.

    Tujuh penumpang antara lain, Lisa Falentin, Afif (bayi), Muhamad Natsir, Nurul Fatin, Raya (bayi), Riza Arman Iskandar, dan Sakhi Arqari (Anak).

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.