Pencemaran Udara di Jambi Sudah Sangat Berbahaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap tebal dikawasan hutan yang terbakar di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 10 September 2015. REUTERS/Beawiharta

    Asap tebal dikawasan hutan yang terbakar di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 10 September 2015. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jambi - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPA) di wilayah Kota Jambi dan sekitarnya sudah sangat berbahaya karena sudah mencapai level 500 ppm lebih.

    Kondisi ini membuat Pemerintah Kota Jambi kembali meliburkan sekolah untuk anak pendidikan anak usia dini/taman kanak-kanak hingga tingkat sekolah menengah atas.

    "Kami terpaksa meliburkan para murid sekolah, mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Jambi Abubakar kepada Tempo, Kamis, 24 September 2015.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jambi Arif Munandar menyebutkan kabut asap pekat di daerah ini merupakan kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan. "Kabut asap sekarang merupakan kiriman dari Sumatera Selatan, mengingat titik panas di Provinsi Jambi nihil," ujarnya.

    Menurut rencana, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kerja ke Jambi. "Presiden, menurut rencana, di Jambi selama dua hari, dijadwalkan akan melihat langsung lokasi kebakaran lahan dan hutan di daerah Kabupaten Muarojambi dan perbatasan antara Provinsi Jambi dan Provinsi Riau," ucapnya.

    SYAIPUL BAKHORI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.