Ridwan Kamil Boyong Little Bandung ke Manca Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Agraria & Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, bersepeda di kawasan bebas kendaraan Dago, Bandung, Jawa Barat, 6 September 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Walikota Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Agraria & Tata Ruang/Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan, bersepeda di kawasan bebas kendaraan Dago, Bandung, Jawa Barat, 6 September 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kedatangan Duta Besar Hungaria untuk Indonesia Judit Nemeth-Pach di Balai Kota Bandung, Rabu 23 September 2015. Menurut Ridwan Kamil, ada beberapa rencana kerjasama antara Hungaria dan Kota Bandung. Salah satunya dalam bidang Informasi Teknologi.

    "Saya kedatangan Dubes Hungaria, jadi Budapest adalah 5 kota terbaik dunia dalam pengembangan startup IT, mereka akan buka namanya inkubator centre untuk perusahan-perusahaan Hungaria agar bekerjasama dengan orang Bandung," kata Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung Rabu siang.

    Untuk inkubator centre, lanjut Ridwan Kamil, Pemerintah Hungaria tengah mencari tempat yang pas. "Sebagian saya arahkan ke Teknopolis," ucapnya.

    Seperti yang sudah-sudah, dalam setiap kunjungan Duta Besar ataupun pemangku kebijakan di negara-negara sahabat, Ridwan Kamil selalu meminta agar diberikan kemudahan untuk membangun restoran sekaligus gedung sarana promosi produk kreatif asli Bandung bernama Little Bandung. "Mereka mengundang Bandung untuk membuat Litlle Bandung di negaranya," ucapnya.

    Alasan Ridwan Kamil untuk membuat Little Bandung di negara-negara sahabat adalah untuk mempromosikan wisata Bandung Raya secara internasional tanpa mengeluarkan dana yang banyak. "Kalau saya tidak suka basa basi jadi setiap ada Dubes datang ada yang berpikir jangka panjang ada yang jangka pendek sehingga kira-kira bisa riil. Salah satu usulannya adalah Little Bandung," katanya.

    Ridwan Kamil menjelaskan, ide dasar pembuatan Little Bandung adalah mempermudah mencari restoran yang menyediakan masakan Indonesia. Salah satu negara yang sudah pasti membangun Little Bandung adalah Korea Selatan. "Branding itu mahal. Kalau bayar ke konsultan, ngiklan di TV bisa miliaran rupiah. Sebagai orang Indonesia sedih susah cari restoran Indonesia di luar negeri, yang ada Thailand, Korea, Jepang," katanya.

    Sistem kerja sama Little Bandung adalah business to business. Pemkot Bandung hanya mengelola tenan-tenan yang akan mengisi galeri. Kebanyakan yang akan dipamerkan dan dijual adalah barang-barang kreatif.

    "Selain Korea yang deket ini ada Malaysia, Kualalumpur. Amerika Serikat lagi nego harga bangunan. Investor yang mau gabung 4 sampai 5 jadi cuma butuh waktu saja untuk promosi," ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.